Breaking News:

Berita Banjarmasin

Sopir Tambang Ajukan Izin Melintas di Km 101 Tapin, Kepala BPJN Sebut Tergantung Forum Lalulintas

Sopir truk tambang telah mengajukan izin melintas di Jalan A Yani Km 101 Tapin ke BPJN XI Kalsel

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/stanislaus Sene
Aksi penutupan jalan Hauling di Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin oleh PT. TCT, Rabu (13/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keinginan sopir angkutan tambang di Tapin yang ingin melintasi jalan nasional, Jalan A Yani kilometer 101 Suato Tatakan Tapin kini sedang berproses.

Tak hanya sekadar tuntutan dan keinginan, nyatanya asosiasi sopir telah melayangkan pengajuan izin melintas di jalan nasional tersebut.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional BPJN wilayah XI Kalsel, Sauqi Kamal Kamis (13/1/2022) sopir memang sudah mengajukan izin melintas di jalan nasional yang asetnya adalah milik BPJN wilayah XI Kalsel.

Namun keputusan diperbolehkan atau tidak, menurut Sauqi, itu  tergantung dari kesepakatan dengan forum lalu lintas Kalsel yang di dalamnya selain BPJN juga Dinas Perhubungan, BPTD Wilayah XV Kalsel, Ditlantas Polda Kalsel dan unsur lainnya.

"Karena mereka mengajukan izin tersebut ya kita proses sesuai SOP dan tahapan," ujarnya.

Baca juga: Polemik Penutupan Jalan Hauling Tapin, Polda Kalsel Segera Panggil Manajemen Dua Perusahaan Batubara

Baca juga: Portal Jalan Hauling Km 101 Suato Tatakan Tak Kunjung Dibuka, Sopir Sepakat Lintasi Jalan Nasional

Baca juga: Rapat Jalan Hauling Dilanjutkan Senin, Ketua DPRD Kalsel :Tak Ada Solusi Dua Perusahaan Kita Bekukan

Terkait dengan permohonan izin tersebut, Pihaknya akan membahas hal tersebut dengan forum lalu lintas dan menunggu tanggapan dari forum.

"Bukan kami saja yang memutuskan karena jika angkutan tambang melintas akan menimbulkan dampak lalu lintas di jalan tersebut," tambahnya.

Sebelumnya diketahui saat pertemuan perusahaan bertikai PT AGM dan PT TCT dan sopir di DPRD Kalsel, sopir meminta agar bisa melintas di jalan nasional sehingga sopir bisa kembali bekerja. 

Sopir bahkan mengancam dalam waktu dekat akan bekerja seperti biasa dan melintasi jalan nasional. Namun hingga kini sopir belum ada yang berani bekerja dengan melintas jalan nasional.

DPRD Kalsel pun tak mampu memenuhi tuntutan sopir angkutan tambang dan menyelesaikan pertikaian dua perusahaan tambang tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved