Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Tambah Waktu untuk Karantina, Kini Biaya Keberangkatan Umrah Jadi Rp 45 Juta

Biaya keberangkatan umrah saat ini jadi Rp 45 Juta dari sebelumnya Rp 30 Juta. Bertambahnya biaya umrah ini karena adanya waktu untuk karantina

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Saridi MM, Ketua FK PATUH (Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umroh dan Haji) Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meski pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) sudah mulai memberangkatkan jamaah umrah, namun bukan berarti terjadi peningkatan pendaftaran calon jamaah.

Dikatakan Saridi MM, Ketua FK PATUH (Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umroh dan Haji) Kalsel, pada 23 Desember 2021 secara terbatas tim  yang difasilitasi Kemenag telah survey ke Arab Saudi.

Lantas pada 31 Desember 2021 pihak asosiasi memberangkatkan 80 jamaah.

Kemudian 8 Januari 2022 berangkat sebanyak 414 jamaah termasuk dari Kalsel dan lanjut keberangkatan pada 12 Januari tadi.

Baca juga: Sebanyak 80 Jemaah Umrah Kalsel Terbang ke Tanah Suci Makkah Lewat Jakarta

Baca juga: Mengakomodir Keberangkatan Umrah, Lion Air Kembali Terbang Perdana Non-Stop Jakarta- Madinah

Saridi yang juga Direktur PT Wahyu Titian Insani mengatakan, memang antusiasme masyarakat sangat luar biasa atas diberangkatkannya jamaah umrah tersebut.

"Namun demikian masyarakat yang ingin mendaftar umrah sebagian besar masih wait and see, menunggu  sampai normalnya pemberangkatan umrah," jelasnya.

Mengenai biaya umrah, jelasnya lagi, tidak naik, cuma ada penyesuaian biaya atas tes PCR dan karantina.

"Satu hari screening di asrama haji Pondok Gede. Tiba di Jeddah atau Madinah masuk karantina lima hari. Setelah pulang karantina lagi 7 hari, baru bisa kembali ke daerah masing-masing," beber Saridi.

Sebab adanya tes PCR dan karantina itu makanya ada penambahan cost dan waktu. Dulu umrah bisa 9 hari sekarang minimal 20 hari.

Biaya umrah yang dulu Rp30 juta, sekarang 40-45 juta. Itupun ditentukan lagi dengan kelas hotelnya. Adapun selama di Madinah hanya 3 malam 2 hari, Makkah 4 malam.

"Bicara keuntungan, saat kondisi sekarang perusahaan travel hanya dapat untung yang terbilang tipis," tukas Saridi.

Harapannya, untuk memangkas waktu dan biaya maka jumlah hari karantina dikurangi atau ditiadakan saja, baik di Indonesia atau di Arab Saudi.

Baca juga: 419 Umat Muslim Indonesia Akhirnya Berangkat Umrah, Kemenag : Jaga Kepercayaan Arab Saudi

"Dengan kembali normal maka bisa lagi umrah 12 hari, 13 hari, 14 hari, 15 hari. Kalau saat ini hanya 12 hari ditambah karantina," paparnya.

Saridi yang perusahaannya juga akan memberangkatkan jamaah pada Februari menyampaikan bahwa syarat umroh itu masyarakat harus sehat, dan usia minimal 18 tahun, tidak ada batas atas usia. Sudah bervaksin lengkap. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved