Breaking News:

Berita Banjarbaru

Tiga Proyek Besar di Kalsel Ini Molor, Balai Jalan Sebut Tak Bisa Blacklist Perusahaan

Proyek Jalan Lianganggang, Handil Bakti, Jembatan Paringin tak selesai semua, BBPJN XI Banjarmasin tak blacklist perusahaan karena sanggup selesaikan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Proyek jalan yang di antaranya masih kubangan lumpur di jalur Lianganggang Kota Banjarbaru-Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BANJARMASIN - Tiga paket pengerjaan infrastruktur di Kalimantan Selatan (Kalsel) terancam molor diselesaikan. 

Proyek yang dinyatakan melebihi batas waktu pengerjaan dan kini mengerjakan di masa denda, yakni:

1. Pengerjaan Jalan Lianganggang Kota Banjarbaru hingga batas Kota Pelaihari Kabupaten Tala. Seharusnya selesai 31 Desember 2021, ternyata sampai sekarang belum kelar juga.

2. Pelebaran jalan Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala (Batola). Harusnya selesai 31 Desember 2021, ternyata sampai sekarang tidak selesai-selesai.

3. Pengerjaan Jembatan Paringin Kabupaten Balangan yang harusnya selesai Desember 2021, ternyata molor sampai sekarang. Tragisnya, diwarnai pekerja yang belum dibayar.

Baca juga: Tak Kunjung Selesai, Proyek Peninggian Jalan A Yani di Lianganggang Masih Seperti Bubur

Baca juga: Kontraktor Perbaikan Jalan Lianganggang Kalsel Didenda Rp 74 Juta Per Hari

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) wilayah XI Banjarmasin, Sauqi Kamal, Kamis (13/1/2022), mengakui semua itu. Hanya dikatakan, pekerjaan dilaksanakan di masa denda. 

Kini, proyek Jalan Handil Bakti pengerjaannya sudah di 95 persen.

Kemudian, proyek Jalan Lianganggang di segmen 1 sudah  72 persen dan di seksi 2 yakni di Bati-Bati hingga batas kota Pelaihari sudah 88 persen.

Untuk Jembatan Paringin, diperpanjang tanpa denda hingga 31 Januari 2022 dari sebelumnya 31 Desember 2021 karena refoccusing anggaran dari pemerintah. Diprediksi, pengerjaan tetap molor, senasib dengan lainnya.  

Denda terbesar ada di paket pengerjaan Jalan Lianganggang-Pelaihari. Dua paket pekerjaan jalan dari ruas Jalan Lianganggang-Bati-Bati menelan anggaran sebesar Rp 74,6 miliar.

Baca juga: Jembatan Paringin Mulai Pengecoran, Bupati Balangan Pantau Pengerjaan 

Baca juga: VIDEO Proyek Vital Jalur Trans Kalimantan di Kalsel Ini Terdampak Gegara Terlambat Bayar Tukang

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved