Breaking News:

Heboh Banget

VIDEO HEBOH BANGET Tren Unboxing Istri sebelum Malam Pertama Hebohkan Warganet, Dikecam Menag

Belakangan ini, sebuah tren unboxing pengantin baru melanda kalangan pengantin baru di Malaysia

Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah tren melanda kalangan pengantin baru di Malaysia belakangan ini. Tren tersebut adalah unboxing pengantin atau unboxing oleh suami.

Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri Agama, Ahmad Marzuk Shaary memberi kecaman terkait tren tersebut.

Tren ini banyak dibagikan di media sosial, di antaranya TikTok dan media sosial lainnya.

Banyak yang memberi kecaman dan kritikan soal tren yang melanda kalangan pengantin di Malaysia itu.

Dalam video yang beredar, terlihat pengantin pria akan membantu membuka kerudung pengantin wanita dengan melepas setiap aksesoris yang ada di kepala pengantin wanita terlebih dahulu.

Keduanya masih mengenakan pakaian pernikahan dan direkam melalui cermin oleh pengantin wanita.

Rata-rata orang yang menonton akan memberikan beragam reaksi di kolom komentar.

Tak jarang orang yang memberi teguran dengan beredarnya video tersebut. Bahkan, tren tersebut dikritik oleh berbagai pihak, terutama para penceramah dan pegiat agama yang menyebut tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri Agama, Ahmad Marzuk Shaary kecewa dengan gaya hidup masyarakat muslim saat ini yang mencampurkan hal-hal halal dan haram dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, masyarakat saat ini menggunakan media sosial untuk mendapatkan popularitas.

Ia mengatakan, tindakan segelintir orang yang tanpa malu-malu mengungkap aib pasangannya karena ingin mengikuti tren 'unboxing' istrinya di media sosial bisa berujung pada runtuhnya institusi keluarga.

“Beberapa tempias juga mempengaruhi nilai-nilai dalam sebuah lembaga Keluarga Islam. Suami istri tidak lagi peduli harkat dan martabat dan rela membeberkan aib pasangan demi konten." Ujarnya dalam keterangan tertulis.

Marzuk mengatakan, mengikuti pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pembentuk masyarakat, pihaknya berinisiatif memperkenalkan Rencana Aksi Sosial Islam (PTSI) 2019–2025.

Ia mengatakan rencana itu diperkenalkan untuk mengatasi masalah sosial di kalangan umat Islam di negara itu.

“Di antara langkah-langkah yang diperkenalkan dalam rencana ini adalah ketentuan bahwa setiap lembaga di bawah Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) harus memanfaatkan dan mengoptimalkan penggunaan media massa dan media sosial untuk mempromosikan nilai-nilai luhur di lembaga keluarga Islam,” katanya. (Tribun-Video.com/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved