Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dipimpin Asiten Intelijen, Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel Telaah 3 Laporan Masuk

Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel yang dipimpin oleh Asisten Intelijen, Abdul Rahman melakukan penelaahan atas tiga laporan masuk

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Ketua Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel, Abdul Rahman. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Langsung tancap gas, Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) yang dipimpin oleh Asisten Intelijen, Abdul Rahman melakukan penelaahan atas tiga laporan masuk di hari pertama Tim ini dibentuk, Jumat (14/1/2022).

Meski belum membeberkan secara detil terkait rincian laporan dugaan indikasi praktik mafia yang diterima, namun diketahui laporan-laporan ini disampaikan oleh pihak individu maupun diwakili pengacara. 

Artinya, tak cuma dari instansi pemerintahan, Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel juga akan menelaah dan memproses laporan dugaan praktik mafia tanah yang diadukan oleh masyarakat. 

Seperti diungkapkan Plt Kepala Kejati Kalsel, H Ponco Hartanto beberapa waktu sebelumnya, setiap laporan akan ditelaah agar dapat diidentifikasi apakah terdapat indikasi persoalan hukum baik perdata maupun pidana.

Baca juga: Kejati Kalsel Segera Inisiasi Satgas Mafia Tanah dan Pelabuhan di Kalsel

Baca juga: Sosialisasi Pencegahan Kasus Tanah, Kajari Nyatakan Siap Bantu BPN Sikat Mafia Tanah di Kotabaru

Jika masalah hukum didapati dan tergolong pidana umum perorangan, maka Tim akan menyerahkan kasus tersebut kepada penyidik Polri, sedangkan jika tergolong pidana khusus termasuk korupsi maka akan langsung ditangani oleh Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalsel, Romadu Novelino mengatakan, Ketua Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel juga dibantu 15 Jaksa sebagai anggotanya. 

Mereka yaitu 3 Jaksa Bidang Tindak Pidana Umum, 2 Jaksa Bidang Tindak Pidana Khusus, 6 Jaksa Bidang Intelijen, 2 Jaksa Bidang Datun serta 2 Jaksa bidang Pidana Militer.

"Pembentukan susunan Tim ini didasarkan pada Surat Keputusan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan No. KEP – 05 / O.3 Dti.1/01/2022 tentang pembentukan Tim Pemberantas Mafia Tanah pada Kejati Kalsel," kata Kasi Penkum. 

Pembentukan Tim Pemberantasan Mafia Tanah pada Kejati Kalsel kata Novel juga mengacu pada perintah Jaksa Agung yang dituangkan dalam Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Mafia Tanah. 

Baca juga: Cegah Adanya Mafia Tanah, Ini yang Dilakukan Pemda HSU

Tak cuma dari laporan masyarakat dan kerjasama dengan lembaga dan instansi negara lainnya, penanganan atas dugaan praktik mafia tanah oleh Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel juga dapat dilakukan berdasarkan temuan intelijen Kejaksaan. 

Dimana salah satu fokus sasaran kerja Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel yaitu menggandeng pemerintah daerah di wilayah hukum Kejati Kalsel untuk merebut kembali aset tanah milik daerah yang disinyalir dikuasai oleh pihak tak berhak. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved