Breaking News:

Berita Bisnis

Perusahaan Pengguna Air di Tahura Sultan Adam Sepakati Imbal Jasa Lingkungan

Sejumlah perusahaan yang selama ini memanfaatkan air permukaan di Taman Hutan Raya Sultan Adam, sepakat terkait imbal jasa lingkungan.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Suasana pertemuan para perusahaan dan stakeholder dari Tahura soal pemanfaatan air. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejumlah perusahaan yang selama ini memanfaatkan air permukaan di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, dikumpulkan oleh Pemprov Kalsel.

Tujuannya mengikuti diskusi terfokus kajian imbal jasa lingkungan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, bertempat di Hotel Novotel Banjarbaru.

Setelah dikumpulkan mereka bersepakat, terkait imbal jasa lingkungan.

Hanya saja yang dipertanyakan adalah soal formulasi atau skema.

"Intinya kami sepakat, namun ini bentuknya retribusi izin atau bagaimana?" tanya salah satu peserta dari perusahaan.

Baca juga: Dishut Kalsel bersama Global Green Growth Institude Kaji Imbal Jasa Lingkungan Tahura Sultan Adam

Baca juga: Dishut Kalsel Susun Potensi Ekonomi Tahura Sultan Adam

Para perwakilan perusahaan tersebut mulai mendiskusikan hasil studi dasar, usulan model bisnis dan kelembagaan.

Kabid Perencanaan Dan Pemanfaatan Hutan Dishut Kalsel Warsita, mengatakan, diskusi digelar untuk membangun kebersamaan dengan para perusahaan terkait rencana imbal jasa lingkungan Tahura Sultan Adam.

"Di sini juga membahas terkait bagaimana skema kerjasama dengan perusahaan untuk imbal jasa lingkungan," katanya, Jumat (14/1/2022).

Warsita mebeberkan, dalam diskusi itu para perusahaan pengguna air permukaan di Tahura yang hadir, seperti PLTA, PDAM, industri air minum kemasan dan lain-lain telah sepakat memberikan kontribusi untuk keberlanjutan air Tahura.

"Salah satunya dengan mningkatkan tutupan lahan," runutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved