Breaking News:

Berita Batola

Mulai 1 Februari 2022 Tarif PDAM Kabupaten Batola Naik, Berikut Besarannya

Untuk pelanggan PDAM Kabupaten Batola K-1 dan K-2 naik dengan besaran Rp 500 per meter kubik. Dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500 mulai 1 Februari 2022.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Warga mengecek meteran air PDAM di Desa Kolam Kiri, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. Rencana kenaikan tarif PDAM diprotes pelanggan karena distribusi sering tak memuaskan dan mempertanyakan administrasi rekening sebesar Rp 11.000 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel) akan berlakukan kenaikan tarif pelanggan mulai 1 Februari 2022.

Kenaikan tarif ini diberlakukan untuk empat kelompok pelanggan yang berkisar 34.000 di Kabupaten Batola. Untuk K-1 dan K-2 naik dengan besaran Rp 500 per meter kubik. Dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500.

Sedangkan pelanggan K-3 naik Rp 1.000, dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 dan K-4 naik sebesar Rp 1.500 dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.500 per meter kubik. 

Tarif tersebut berlaku untuk pemakaian maksimum 0 hingga 10 kubik. Adapun setiap kelipatan 10 kubik seterusnya dikenakan tarif tambahan Rp 500 per meter kubik. 

Rencana kenaikan tarif PDAM Batola ini pun cukup menjadi sorotan dari sejumlah pelanggan.

Baca juga: BPK se-Batola Adu Ketangkasan di Lapangan 5 Desember Marabahan

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel - Jenazah Guru Korban Penikaman Dimakamkan di Sinar Bulan Kabupaten Tanbu

Disampaikan Rahmat, warga yang bermukim di Griya Permata, Handil Bakti, ini mengeluhkan pelayanan PDAM yang belum bisa dikatakan maksimal. 

"Maunya, air mengalir normal. Jadi, kalau pun tarif naik, tidak masalah," harapnya. 

Ia pun menambahkan, selama ini air leding hanya mengalir saat malam . Untuk memenuhi keperluan sehari-hari,  maka harus rela menunggu bak-bak air terisi penuh. 

Sementara itu, info kenaikan tarif juga dikeluhkan warga di jejaring Facebook dengan berbagai komentar.

Beberapa di antaranya mengharapkan pelayanan terlebih dulu diperbaiki, baru tarif menyesuaikan.

Baca juga: Batola Tertinggi Vaksinasi Anak di Kalsel, Suntik Vaksin 5.806 Anak Usia 6-11

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel - Jenazah Guru Korban Penikaman Dimakamkan di Sinar Bulan Kabupaten Tanbu

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved