Breaking News:

Berita HST

VIDEO Kisah Pilu Petani Desa Aluan Besar HST, Setahun Tak Bisa Garap Sawah

Sebagian sawah tertutup lumpur setelah 50 sentimeter, sedangkan sawah yang masih bisa ditanami juga tak bisa digarap karena seringnya banjir

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sering diterjang banjir, petani di Desa Aluan Besar, Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini tak bisa menanam padi lagi.

Sejak banjir bandang 14 Januari 2021 lalu, sebagian sawah tertutup lumpur setelah 50 sentimeter.

Sedangkan sawah yang masih bisa ditanami juga tak bisa digarap karena seringnya banjir bertepatan musim tanam.

Kepala Desa Aluan Besar, Syarif Albes kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (14/1/2022) mengatakan, sebenarnya petani sempat menanam padi dua kali, pada oktober-November 2021 lalu.

Baca juga: VIDEO Jembatan Pulau Pingaran Ilir Astambul Kabupaten Banjar Putus, Akses Warga Terganggu

Namun, selama bulan tersebut hujan cukup intens, dan pada Novebmer 2021 terjadi empat kali banjir.

“Padi yang sudah tanam membusuk, dan gagal tanam. DItambah lagi 11 Januari 2022 kemarin banjir lagi, jadi belum bisa tanam,” kata Syarif.

Dijelaskan, ada sekitar lima hektare sawah milik petani di Aluan Besar yang masih bisa digarap, namun petani tak berani menanam lagi karena khawatir banjir masih terjadi sampai Februari sebagaimana prakiraan cuaca dari BMKG.

Untuk berkebun pun, petani masih was-was.

Selama ini, warga mencari nafkahnya dengan menjadi buruh tani di desa lain.

Ada yang mengambil upah jasa batanjang (menanam bibit padi), menyadap karet, berkebun menggarapkan lahan warga desa lain.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved