Breaking News:

Berita Tapin

Warga Desa Batang Lantik Tapin Mengadu ke Wakil Rakyat Sulitnya Air Musim Kemarau

Warga Desa Batang Lantik Tapin mengadukan kondisi Lampu PJU Provinsi yang mati dan sulitnya air di musim kemarau ke anggota DPRD Kalsel.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stan
Sosialisasi Perda Anggota DPRD Kalsel, Wahyudi Rahman Di Desa Batang Lantik, Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Warga Desa Batang Lantik mengadukan kondisi Lampu Penerangan Jalan (PJU) Provinsi yang mati selama kurang lebih dua tahun dan sulitnya mendapatkan air di musim kemarau ke anggota DPRD Kalimantan Selatan.

Pengaduan tersebut disampaikan kepada anggota DPRD Kalsel dari fraksi PDIP, Wahyudi Ranhman saat melaksanakan sosialisasi Perda di Desa Batang Lantik, Kecamatan Tapin tengah, Kabupaten Tapin, Sabtu (15/1/2022).

Perwakilan aparat Desa, Samsul Fauzi mengatakan selain matinya lampu PJU ini, ada dua desa yang sangat sulit mendapatkan air untuk pertanian di musim kemarau.

"Kalau musim kemarau petani di Desa Batang Lantik dan Desa Bakarangan sulit mendapatkan air untuk kegiatan pertanian," jelasnya.

Baca juga: Vaksinasi Anak di Tapin, Stok Vaksin Tersisa 40 Dosis, Dinkes Sebut Tambahan Segera Datang

Baca juga: Resmikan Rumah Nenek 74 Tahun, Kapolres Tapin Juga Beri Bantuan Ayam 

Samsul mewakili warga Desa Batang Lantik dan Bakarangan meminta DPRD Kalsel menyuarakan permintaan ini ke dinas terkait di Provinsi.

"Kami butuh kurang lebih 50 sumur galian untuk dua desa ini," lanjutnya.

Ia mengatakan untuk persoalan terkait lampu PJU di jalur Provinsi memang saat ini banyak yang mati.

"Ini sangat berisiko terutama rawan terhadap kecelakaan," lanjutnha.

Ia juga mengatakan matinya lampu PJU ini terjadi di Desa Batang lantik, Serawi dan sejumlah desa lainnya.

Baca juga: Kecelakaan di Kalsel - Mobil Terbalik di Desa Murung B HST, Begini Kondisi Penumpang dan Sopir

"Sudah dua tahun lebih jalan di desa ini gelap. padahal ini jalur provinsi," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR Kalsel, Wahyudi Rahman mengatakan segera menyampaikan masalah ini ke Komisi dan dinas terkait.

"Kalau PJU urusan nyawa, sedangkan kesulitan air urusan perut. Kami paham betul penderitaan ini. Kami tampung semua aspirasi ini dan akan kami panggil semua piak terkait," ucapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved