Berita Kalteng

Hilang Diterkam Buaya, Jasad Remaja 17 Tahun di Sebangau Kuala Kalteng Ditemukan Tak Utuh

Hilang setelah diterkam buaya di Sungai Sebangau Kuala, Pulangpisau, Kalimantan Tengah , Jasad Samsu ditemukan tanpa lengan kiri

Editor: Hari Widodo
WRU KW I BKSDA Kalteng untuk Tribunkalteng.com
Tim gabungan dan BKSDA Kalteng saat mengevakusi jenazah Samsu, pekerja bansaw yang diterkam buaya di Sungai Sebangau Kuala, Pulangpisau, Kalteng, Sabtu (15/1/2022).  

BANJARMASINPOST.CO.ID, PULANGPISAU –  Hilang setelah diterkam buaya di Sungai Sebangau Kuala, Pulangpisau, Kalimantan Tengah , Jasad Samsu akhirnya ditemukan tim gabungan, Sabtu (15/1/2022).

Jasad remaja 17 Tahun itu ditemukan di alur Sungai Kahayan Kuala kawasan Desa Paduran, Kecamatan Sebangau Kuala, Pulangpisau, sekira 2 kilometer dari lokasi dirinya diterkam buaya.

Samsu sempat tidak diketahui keberadaannya setelah diterkam buaya, Kamis (13/1/2022) kemarin.

Tim gabungan yang menemukan jenazah Samsu terdiri dari Wildlife Rescue Unit (WRU) Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Babinsa Sebangau Kuala, Polsek Sebangau Kuala, dan masyarakat Paduran Sebangau.

Baca juga: Buaya Bikin Risau Warga Sampit Kotim, Kerap Muncul di Sore Hari Saat Air Surut

Baca juga: Sungai Mentaya Meluap Banjiri Permukiman di Bantaran Kotim Kalteng, Warga Lihat Kemunculan Buaya

Baca juga: Serangan Buaya di Kalteng, Paha Warga Bantaran Sungai Mentaya Sampit Robek Diterkam

Kepala BKSDA Kalteng, Nur Patria Kurniawan melalui Kepala Seksi WRU Konservasi Wilayah I, Jonet mengonfirmasi jenazah pekerja bansaw, Samsu telah ditemukan.

“Samsu telah ditemukan oleh Tim Gabungan sekira 2 kilometer dari lokasi kejadian diterkam buaya,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com.

Jonet mengungkapkan, Samsu diserang buaya saat menyelam untuk menaikkan kayu galam.

“Diduga buaya yang menyerangnya bewarna hitam dan panjang kurang lebih 5 meter,” ucap  Jonet.

Dia juga mengungkapkan, saat ditemukan, kondisi tubuh Samsu tidak lengkap karena lengan kiri tidak ada lagi. 

 Tim Gabungan pencarian korban yang diterkam buaya langsung mengevakuasi Samsu.

Selain itu, tim gabungan juga mengabari keluarga korban.

“Penanggung jawab tempat Samsu bekerja juga sudah menghubungi keluarga, selain itu keluarga korban pun sudah mengikhlaskan apa yang terjadi pada Samsu,” ungkap Jonet.

Di sisi lain, keluarga korban dan Tim Gabungan juga meminta untuk tidak melakukan tindak kekerasan pada buaya.

“Kami dari tim gabungn tidak akan melakukan tindakan kekerasan pada buaya, khawatir akan ada penyerangan lainnya jika hal tersebut terjadi,” ungkap Jonet.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved