Breaking News:

Berita HSU

Warga Berharap Ada Saluran Air Saat Bangun Jalan Desa Bayur-Panangkalan Kabupaten HSU

Jalan Desa Bayur-Panangkalan, Kabupaten HSU, Kalsel, perlu saluran air supaya petani tetap bisa menggarap rawa-rawa sebagai lahan pertanian.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Pembangunan Jalan Desa Bayur-Panangkalan, Kecamaan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (15/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pembangunan Jalan Desa Bayur-Panangkalan, Kecamaan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), diharapkan bisa diteruskan hingga bisa terhubung.

Dengan adanya jalan di Kabupaten HSU, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ini mulai banyak warga yang membangun rumah di sekitar jalan. 

Sebelum adanya jalan tersebut, lahan merupakan daerah rawa-rawa yang menjadi lahan pertanian saat musim kemarau dan tempat mencari ikan saat penghujan.

Proses pembangunan jalan dilaksankaan secara bertahap dimana sebelumnya dilakukan pengerukan jalan.

Kepala Desa Pamintangan, Aslam Samsi, Sabtu (15/1/2022)., mengatakan, usulan warga pembangunan jalan di bagian tengah dibangun seperti jembatan.

Baca juga: Sosialisasikan Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di HSU, Kadisdik Minta Sekolah Lakukan Percepatan Vaksinasi

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel - Polisi Belum Memastikan Motif Kasus Penikaman di Satui Kabupaten Tanbu

Supaya, masih ada saluran air. Sehingga, di musim kemarau, lahan rawa-rawa di Desa Pamintangan bisa digunakan untuk lahan pertanan. 

"Saat pengerukan yang pertama, tidak ada jalan untuk saluran air, hingga warga tak bisa menanam padi di musim kemarau karena lahan rawa tidak surut," ujarnya. 

Saat ini jalan yang sudah terbangun berupa urukan tanah dan hamparan batu koral sepanjamg 400 meter dari Desa Bayur dan 400 meter dari Desa Bayur.

Pembangunan jalan desa Bayur menuju desa Panangkalaan yang berada di Kecamatan Amuntai Tengah akan dilanjutkan pada tahun ini. 

Meskipun belum sepenuhnya jadi, namun jalan tersebut sudah mulai digunakan masyarakat. Sejak dilakukan pengurukan, warga mulai membangun rumah.

Baca juga: Hemat Biaya Pakan, Peternak Itik di HSU Bikin Pakan Sendiri dari Batang Pohon Rumbia

Baca juga: Korban Tenggelam di Tahura Sultan Adam, Dishut Provinsi Kalsel Berbelasungkawa

"Saat musim hujan seperti ini, jalan tidak bisa dilewati sama sekali. Saat musim kemarau, masih bisa dilewati. Rumah yang berada di pinggir jalan, juga ada yang terjebak di tengah rawa-rawa," ungkapnya.  

Sementara itu, penuturan Intan, salah satu warga, setelah dilakukan pengurukan, jalan sempat sulit untuk dilewati karena belum pegerasan.

Beruntung saat ini jalan kembali dilanjutkan pembangunanya, sehingga lebih mudah untuk dilewati. 

"Membangun rumah dekat jalan karena mengetahui akan dibuat jalan. Sempat rusak jalannya waktu masih tanah. Untungnya sekarang sudah berbatu," ungkapnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved