Berita Banjarmasin

Lapor ke Polda Kalsel, Wanita Ini Ungkap Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Saat Tangkap Almarhum Suami

Tak terima almarhum suaminya meregang nyawa diduga akibat kekerasan oleh oknum Polisi, Juma warga Jalan Teluk Tira mengadu ke Bid Propam Polda Kalsel

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Satria Untuk Bpost
Kuasa hukum keluarga S, Kamarullah usai menyampaikan pengaduan ke Bid Propam Polda Kalsel, Senin (17/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak terima almarhum suaminya meregang nyawa diduga akibat kekerasan oleh oknum Polisi, Juma warga Jalan Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel mengadu ke Bid Propam Polda Kalsel, Senin, (17/1/2021).

Bersama sejumlah kerabat dan didampingi kuasa hukumnya yaitu Kamarullah, Juma kurang lebih selama dua setengah jam menyampaikan aduannya di Kantor Bid Propam Polda Kalsel, Jalan S Parman, Kota Banjarmasin. 

Kamarullah mengatakan, almarhum berinisial S dinyatakan meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Kota Banjarmasin di hari yang sama pasca mendapat tindakan kekerasan saat diamankan di rumahnya, Jalan Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, Kamis (29/12/2021).

Dijelaskan, Juma yang merupakan istri kedua almarhum S dan sang anak yang berusia satu tahun menjadi saksi hidup bagaimana tindakan kekerasan oleh oknum Polisi terhadap almarhum S. 

Baca juga: Dugaan Oknum Polisi Suplai Miras di Kafe Banjarbaru, Polda Kalsel: Jika Terbukti Akan Diproses

Baca juga: VIDEO HEBOH BANGET Curhat Ibu Penjual Bubur Mengadu ke Kapolri Motornya Digadai Oknum Polisi

Baca juga: Laporan Dugaan Asusila Oknum Polisi, Propam Polda Kalsel Mintai Keterangan Pelapor dan Terlapor

"Saat itu dini hari kebetulan korban ini setelah tahajud lalu langsung didobrak, tanpa ditunjukkan surat penangkapan, penggeledahan atau penjelasan, langsung dipukuli di hadapan istri dan anaknya yang sekarang sudah yatim ini," kata Kamarullah. 

Almarhum S kata Kamarullah lalu dibawa oleh oknum Polisi yang menurutnya berjumlah sekitar delapan orang dari Satuan Reserse Narkoba Polres Banjar menggunakan mobil. 

Setelahnya, keluarga mendapatkan kabar bahwa S berada di rumah sakit dalam keadaan sudah tak bernyawa. 

"Perlakuannya tidak manusiawi. Kalau korban ini mau lari atau melawan wajar, ini bagaimana mau melawan usianya saja sudah enam puluh tahun lebih sudah punya cucu. Tapi tetap dipukuli," kata Kamarullah. 

Karena itu kata dia, keluarga besar almarhum menuntut keadilan atas kejadian tersebut. 

Hingga saat melapor ke Bid Propam Polda Kalsel pun kata Kamarullah, keluarga tak mengetahui persoalan apa yang menyebabkan almarhum diperlakukan demikian. 

"Makanya kami meminta keadilan supaya ini benar-benar diproses lebih lanjut," terang Kamarullah. 

Kejanggalan kata Kamarullah tak berhenti sampai di situ saja. 

Ia menyebut, saat di rumah sakit keluarga diminta oleh oknum Polisi untuk menandatangani sejumlah dokumen yang satu di antaranya terkait penolakan untuk dilakukan autopsi terhadap almarhum S. 

"Saat itu (keluarga) bingung dan berkabung tentu tidak bisa mikir bagaimana. Kami berdasarkan permintaan keluarga besar, akan terus mengejar persoalan ini sampai selesai," ujar Kamarullah. 

Baca juga: VIDEO HEBOH BANGET -  Oknum Polisi Polrestabes Medan Didakwa Gelapkan Uang

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, tengah berkomunikasi dengan Bid Propam Polda Kalsel dan Polres Banjar terkait duduk persoalan dan peristiwa tersebut. 

"Dikonfirmasi dulu ke Bid Propam dan Polres Banjar," kata Kombes Rifa’i. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved