Berita Jakarta

VIDEO Warga Padang Gugat Presiden Rp 60 Miliar Terkait Utang Pemerintah di Tahun 1950

Masa Pemerintahan Darurat Indonesia pada 1950 pinjam uang, kini digugat warga bernama Hardjanto Tutik kepada Presiden yang dikalkulasi Rp 60 miliar.

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -  Warga Padang , Sumatera Barat, bernama Hardjanto Tutik, menggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar Rp 60 miliar, terkait utang Pemerintah Indonesia sejak tahun 1950.

Saat itu, Hardjanto meminjamkan uang kepada negara sebesar Rp 80.300.

Dikutip dari KOMPAS.com, gugatan perdata itu diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Padang. Pada Rabu (19/1/2022), pihak pengadilan telah melakukan tahap mediasi.

Kuasa hukum penggugat, Amiziduhu Mendrof, menjelaskan kronologi awal gugatan tersebut. Peminjaman tersebut berawal saat pemerintah mengeluarkan Undang-undang Darurat RI No. 13 tahun 1950 tentang Pinjaman Darurat.

"Undang-undang Darurat nomor 13 tahun 1950, telah menetapkan tentang pinjaman darurat, yang diatur pada pasal 1," kata Mendrofa kepada Kompas.com.

Undang-undang itu ditetapkan di Jakarta pada 18 Maret 1950 dan ditandatangani Presiden RI, Soekarno.

Dalam pasal 1 di UU tersebut dijelaskan bahwa Menteri Keuangan diberi kuasa selama tahun 1950 untuk mengambil tindakan.

Termasuk, mengadakan pinjaman bagi negara RI dalam mengeluarkan peraturan-peraturan tentang peredaran uang.

Jumlah pinjaman diatur di UU tersebut pada pasal 4 dan 8. Disebutkan, pinjaman akan berbunga 3 persen dalam satu tahun yang dibayar dengan kupon tahunan setiap tanggal 1 September.

Kupon tersebut dapat ditunaikan di semua kantor De Javasche Bank di Indonesia dan beberapa lokasi lainnya.

Masih kata Mendrof , kala itu kliennya memberikan pinjaman kepada negara sebesar Rp 80.300.

Bukti penerimaan uang pinjaman tersebut ditandatangani Sjafruddin Prawiranegara selaku Menteri Keuangan tahun 1950.

Pada bukti surat pinjaman, ada 3 lembar yang diterima Hardjanto. Tiap lembar surat bernilai Rp 10 ribu sehingga totalnya Rp 30 ribu serta fotokopi.

Kala itu jumlah pinjaman RI sebanyak 36 lembar. Dikalkulasikan bunga 3 persen per satu tahun dari pinjaman pokok Rp 80.300 adalah Rp 2.409.

Kemudian, pinjaman pemerintah itu menurutnya terhitung dari 1 April 1950 hingga 2021 sudah mencapai 71 tahun. 

Maka apabila diuangkan, totalnya mencapai 61 miliar. "Jika diuangkan sekarang mencapai Rp 60 miliar," sebut  Mendrofa. (Tribun-Video.com/KOMPAS.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved