Berita Kalteng

Berlangsung Turun Temurun di Kalteng, Begini Meriahnya Tradisi Bearak Pengantin Banjar

Tradisi Bearak Pengantin Banjar terus dipertahankan oleh masyarakat Banjar secara turun temurun di Anjir Serapat Kalteng

Editor: Hari Widodo
Tribunkalteng.com/Muhammad Lamsi
Tradisi Bearak Pengantin warga Banjar di Anjir Serapat Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Minggu (23/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KAPUAS -Tradisi budaya Banjar di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini tetap lestasi dan menjadi sarana mempererat persaudaraan.

Diantaranya adalah tradisi Bearak Pengantin Banjar.

Tradisi membawa mempelai pria Ke rumah mempelai wanita ini  tradisi budaya Banjar ini masih lestari di Anjir Serapat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalteng.

Tradisi ini terus dipertahankan oleh masyarakat Banjar secara turun temurun di Anjir Serapat.

Seperti yang terpantau Tribunkalteng.com di Anjir Serapat Tengah Kilometer 11,5, Minggu (23/1/2022).

Baca juga: KalselPedia - Tradisi Bapapai atau Mandi Pengantin Banjar

Baca juga: Lestarikan Budaya Adat, ini Cara yang Dilakukan Kalangan Perias Pengantin Banjar

Tentunya Bearak Pengantin ini hanya bisa dilakukan apabila mempelai pria dan wanita adalah sesama warga yang berdekatan rumahnya.

Mempelai pria diarak atau dibawa menggunakan gerobak yang dihias sedemikian rupa seperti kapal menuju ke rumah mempelai wanita.

"Ya maknanya untuk memeriahkan acara pernikahan ini, tentunya juga menghias gerobak ini bukan hal yang mudah. Perlu banyak tenaga, nah itu yang membuat tali persaudaraan orang sini sangat kuat," ujar satu diantara warga Anjir Serapat Tengah Azhar.

Tidak ada ketentuan yang mengharuskan hiasan seperti apa untuk gerobak yang digunakan mengarak mempelai pria ini.

"Akan tetapi biasanya dihias semeriah mungkin, diarak dengan sambil melantunkan sholawat, dan ditaburkan beras kuning untuk menyambut kedatangannya," tambahnya.

Azhar juga mengungkapkan bahwa sholawat tersebut dilantunkan dengan harapan kedua mempelai mendapatkan keberkahan dalam membangun rumah tangga.

"Ya tentunya untuk mengharapkan keberkahan dari sholawat tersebut untuk kedua mempelai dalam mengarungi bahtera rumah tangga," ucapnya.

Baca juga: Mengenal Seni Budaya Banjar, Ini Pakem Tiga Busana Adat Pengantin Banjar

Sementara itu warga yang ikut mengarak pengantin, Muhammad Nor mengatakan tradisi seperti ini menjadi hiburan sekaligus melestarikan budaya gotong royong.

"Hal seperti ini perlu dilestarikan, bukan hanya dapat memeriahkan acara pernikahan tetapi juga menjadi hiburan warga sekitar," ucap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Tradisi Bearak Pengantin Banjar Tetap Lestari di Anjir Serapat Kalteng, Mempererat Persaudaraan

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved