Sekolah Kedinasan 2022

Daftar Pilihan Sekolah Kedinasan Lulusan IPS, Bisa Kuliah Gratis dan Jadi CPNS

Rekomendasi sekolah kedinasan bagi siswa IPS untuk mengenyam pendidikan di sekolah kedinasan, tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan IPA saja.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banyaknya pilihan untuk melanjutkan pendidikan usai tamat SMA bisa jadi memunculkan keraguan bagi para pelajar.

Satu di antara pilihan bagi para lulusan SMA, menempuh pendidikan di sekolah kedinasan bisa jadi alternatif.

Berikut ini daftar pilihan sekolah kedinasan bagi lulusan SMA sederajat.

Sekolah kedinasan tak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMA jurusan IPA, namun ada pula untuk siswa jurusan IPS.

Sebelum memilih sekolah kedinasan untuk melanjutkan pendidikan, ada baiknya kenali dulu apa itu sekolah kedinasan.

Dilansir kompas.com, sekolah kedinasan adalah perguruan tinggi negeri yang memiliki ikatan dinas dengan lembaga pemerintahan seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik, dan lain-lain.

Baca juga: Tahapan Seleksi Masuk CPNS BMKG, Kuliah Gratis di Sekolah Kedinasan STMKG

Baca juga: Bakti Sosial di MTs Nurul Islam Batola, Hima PPKn ULM Perbaiki Fasilitas Sekolah

Sekolah kedinasan juga terbuka untuk lulusan IPS. Berikut rekomendasi sekolah kedinasan bagi siswa jurusan IPS. Simak informasi berikut ini.

1. Politeknik Keuangan Negara-Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN-STAN)

Sekolah kedinasan ini menjadi tempat kuliah favorit bagi anak IPS. Tak hanya itu, anak IPA pun bisa juga masuk sekolah kedinasan yang satu ini.

Tahun 2021, salah satu syarat untuk mendaftar di sekolah kedinasan ini mempunyai skor UTBK yang masuk dalam kategori TPS ataupun TPA Soshum.

2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

IPDN menjadi salah satu sekolah kedinasan yang bisa kamu coba untuk lulusan IPS. Untuk jenjang pendidikan yang disediakan yaitu tingkat D4 dan S1.

3. Politeknik Keimigrasian dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekim dan Poltekip)

Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Hukum dan Ham RI (Kemenkumham) bisa dicoba untuk kamu lulusan IPS.

Lulusannya akan ditempatkan diberbagai kantor wilayah naungan Kemenkumham, seperti di kantor imigrasi dan lain sebagainya.

Manfaat Masuk Sekolah Kedinasan

Merangkum dari salah satu platform edukasi di Instagram @masukkampus, Rabu (15/9/2021), bagi siswa yang ingin masuk ke sekolah kedinasan tahun 2022, wajib mempersiapkan diri dari sekarang.

Persiapan sedini mungkin tentu memperbesar peluang masuk ke sekolah kedinasan. Apalagi peminat di sekolah kedinasan sangatlah banyak.

Ada banyak manfaat yang bisa diambil jika kamu berhasil lolos masuk sekolah kedinasan. Yang pasti sekolah kedinasan dinaungi kementerian terkait.

Selain itu sekolah kedinasan dikelola langsung oleh lembaga negara di Indonesia, biaya yang terjangkau, prospek kerja terjamin dan masih banyak manfaat lainnya.

Ilustrasi sekolah kedinasan - Profil 5 Sekolah Kedinasan yang Membuka Pendaftaran April 2021, Termasuk PKN STAN dan STIN
Ilustrasi sekolah kedinasan - Profil 5 Sekolah Kedinasan yang Membuka Pendaftaran April 2021, Termasuk PKN STAN dan STIN (https://www.instagram.com/ipdn_nusantara/)

Dengan berbagai macam tahapan tes yang akan ditempuh, mengharuskan calon siswa harus mempersiapkannya dengan maksimal.

Mengenal Institut Pertahanan Dalam Negeri (IPDN)

Sekolah kedinasan mencetak lulusannya menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), karena itulah menjadi alternatif dan cukup diburu pelajar lulusan SMA sederajat.

Di antara sekolah kedinasan di Indonesia, yakni ada Institut Pertahanan Dalam Negeri (IPDN).

Syarat masuk sekolah kedinasan termasuk IPDN terbilang ketat. Meski begitu, sekolah kedinasan selalu dilirik dan mendapat banyak peminat.

Berdasar data tahun lalu, IPDN menjadi salah satu sekolah kedinasan dengan pendaftar terbanyak.

Lantas bagaimana cara masuk IPDN?

Baca juga: Syarat Masuk Sekolah Kedinasan STAN Lulus Jadi CPNS, Berikut Daftar Pilihan Program Studinya

Diketahui, saat ini di tahun 2022 pendaftaran masuk IPDN masih belum dijadwalkan.

Biasanya sekolah kedinasan dibuka di bulan Maret atau April setiap tahunnya. Jika kamu berminat di IPDN, maka simak macam-macam Program Studi (Prodi) yang ditawarkan berserta syarat masuknya.

Persyaratan Masuk IPDN

Apabila calon mahasiswa tertarik masuk IPDN, kamu harus memenuhi beberapa persyaratan umum dan khusus yang diminta.

A. Persyaratan umum

1. Warga Negara Indonesia.

2. Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 September 2021.

3. Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan wanita minimal 155 cm.

Puluhan perwakilan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melakukan kunjungan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan.
Puluhan perwakilan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melakukan kunjungan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan. (HUMAS DISPORA KALSEL UNTUK BPOST GROUP)

B. Persyaratan khusus

1. Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan.

2. Tidak bertindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi peserta pria, kecuali karena ketentuan agama/adat.

3. Tidak bertato.

4. Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak.

5. Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil/melahirkan.

6. Belum pernah diberhentikan sebagai Praja IPDN dan perguruan tinggi lainnya dengan tidak hormat.

7. Apabila pendaftar dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai Praja IPDN, maka pendaftar:

Baca juga: Pembuatan Akun LTMPT Sudah Dimulai hingga 15 Februari 2022, Tahapan SNMPTN 2022 Dimulai

-Sanggup tidak menikah/kawin selama mengikuti pendidikan.

-Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.

-Bersedia ditempatkan pada proses pembelajaran di seluruh kampus IPDN.

-Bersedia menaati segala peraturan yang berlaku di IPDN.

-Bersedia diberhentikan sebagai Praja IPDN jika melakukan Pelanggaran Disiplin Praja sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Kehidupan Praja.

-Apabila pendaftar terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen persyaratan di atas, maka pendaftar dinyatakan GUGUR.

Ilustrasi - Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
Ilustrasi - Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) (https://spcp.ipdn.ac.id/)

Persyaratan Administrasi

1. Berijazah paling rendah Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) termasuk lulusan Paket C, bagi lulusan Tahun 2018 sampai dengan 2021, dengan ketentuan:

-Nilai Rata-rata Ijazah minimal 70,00 (tujuh puluh koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah.

-Nilai Rata-rata Ijazah bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat minimal 65,00 (enam puluh lima koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah.

2. KTP-el bagi peserta yang berusia 17 tahun atau Kartu Keluarga (KK) bagi yang belum memiliki KTP-el.

3. Berdomisili minimal 1 (satu) tahun di provinsi tempat mendaftar secara sah terhitung pada tanggal awal pendaftaran yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan Surat Pindah (bagi yang pindah tempat tinggal) serta dokumen lain yang berhubungan dengan domisili, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

4. Surat Keterangan Kelas XII SMA/MA yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah atau pejabat yang berwenang dan dicap/distempel basah, bagi siswa SMA/MA lulusan Tahun Ajaran 2020/2021.

Baca juga: Program Indonesia Pintar Berlanjut di 2022, Simak Prakiraan Jadwal dan Alur Pendaftaran KIP Kuliah

5. Surat Keterangan Orang Asli Papua (OAP) khusus bagi peserta OAP yang ditandatangani oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota masing-masing dan mengetahui Ketua/Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

6. Fakta Integritas.

7. Surat Keterangan Bebas Narkoba yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Bhayangkara Polri/Badan Narkotika Nasional Provinsi/Kabupaten/Kota.

8. Surat Keterangan Tidak Buta Warna yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pemerintah/Swasta.

9. Alamat e-mail yang aktif.

10. Pasfoto berwarna ukuran foto 4x6 cm dengan menghadap ke depan dan tidak memakai kacamata, serta mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih polos dengan latar belakang merah.

Daftar Program Studi (Prodi) IPDN

Setidaknya ada 13 prodi yang ditawarkan IPDN. Semua prodi itu setingkat D4/S1. Mari simak prodi yang ditawarkan.

1. Fakultas Politik Pemerintahan

Di fakultas ini menawarkan beberapa prodi, yakni:

-S1 Prodi Kebijakan Pemerintahan

-D4 Prodi Politik Pemerintahan

-D4 Prodi Pembangunan dan Pemberdayaan

2. Fakultas Manajemen Pemerintahan

Fakultas ini menawarkan beberapa prodi yang menarik, jadi kamu bisa memilihnya.

-S1 Prodi Manajemen Pemerintahan

-S1 Prodi Manajemen Sumber Daya Manusia

-S1 Prodi Manajemen Keuangan

-S1 Prodi Manajemen Pembangunan

-D4 Prodi Keuangan Daerah

-D4 Prodi Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil

-D4 Prodi Manajemen Sumber Daya Aparatur

3. Fakultas Hukum Tata Pemerintahan

Jika memilih fakultas ini, kamu bisa memilih 3 prodi yang ditawarkan:

-D4 Prodi Kependudukan dan Catatan Sipil

-D4 Prodi Praktik Perpolisian Tata Pamong

-D4 Prodi Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved