Berita Banjarbaru

Jaringan PLN Tumbang Jutuh-Tumbang Telaken Tersambung, 2 Desa di Gunung Mas Nikmati Listrik 24 Jam

Rampungnya pembangunan jaringan Tumbang Jutuh-Tumbang Telaken, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah kini, warga dua desa nikmati listrik 24 jam

Editor: Hari Widodo
PT PLN (Persero) UIW KSKT
Jaringan Tumbang Jutuh-Tumbang Telaken, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang membentang sepanjang 134,71 kilometer telah tersambung dan mengalirkan listrik 24 Jam sekaligus melakukan dedieselisasi pada PLTD Tumbang Jutuh dan Tumbang Telaken. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rampungnya pembangunan jaringan Tumbang Jutuh-Tumbang Telaken, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang membentang sepanjang 134,71 kilometer telah mengalirkan listrik 24 Jam sekaligus melakukan dedieselisasi pada PLTD Tumbang Jutuh dan Tumbang Telaken.

Dedieselisasi merupakan suatu upaya peningkatan keandalan listrik dengan dengan menghapus penggunaan pembangkit diesel dan menghubungkan sistem kelistrikan di sana dengan sistem kelistrikan Kalimantan, Selasa (18/1/2022).

Guna menyambung listrik kedua Desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 77,9 Kilometer Sirkuit (KMS), sekaligus menarik Jaringan Tegangan Rendah yang membentang sejauh 56,81 KMS, serta mendirikan 50 buah trafo dengan kapasitas total 2.235 kVA.

Sebelumnya, warga di kedua Desa tersebut menikmati listrik 18 jam/hari, saat ini telah tersambung dengan sistem Kalimantan dan 2.850 pelanggan menikmati listrik 24 jam.

Dengan tersambungnya listrik di dua desa tersebut sekaligus menghentikan operasi Pembangkit sistem isolated berbahan bakar solar dengan kapasitas daya mampu total 3.070 kW, sehingga menghemat biaya konsumsi BBM sebesar 119.640 liter/bulan.

Manager PLN UP3 Palangka Raya, Erwin Gunawan, mengatakan dengan dedieselisasi tersebut, listrik untuk pelanggan menjadi lebih andal.

"Saat ini 2.850 pelanggan sebelumnya disuplai melalui PLTD Tumbang Jutuh dan Tumbang Telaken, Dengan hadirnya listrik PLN ini kami berharap aktivitas warga jadi semakin mudah, dan tentunya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Tumbang Jutuh dan Desa Tumbang Telaken, serta desa-desa disekitarnya," kata Erwin.

Selanjutnya Erwin mengimbau, masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak dan benar serta memperhatikan aspek keselamatan ketenagalistrikan dilingkungan masing-masing.

Lebih jauh Erwin juga menyebutkan bahwa seluruh proyek pembangunan yang telah energize ini memiliki empat tujuan utama yang sejalan dengan tujuan PLN secara korporat, yaitu meningkatkan suplai listrik ke masyarakat, peningkatan keandalan sistem kelistrikan, menjadi pendorong penggerak roda perekonomian masyarakat, pembangunan dan industri, serta penurunan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik.

"Di mana tujuan-tujuan tersebut guna merealisasikan cita-cita menjadi Perusahaan Listrik Terkemuka se-Asia Tenggara dan nomor 1 Pilihan Pelanggan untuk Solusi Energi." jelasnya.

Jaringan Tumbang Jutuh-Tumbang Telaken, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang membentang sepanjang 134,71 kilometer telah tersambung dan mengalirkan listrik 24 Jam sekaligus melakukan dedieselisasi pada PLTD Tumbang Jutuh dan Tumbang Telaken.
Jaringan Tumbang Jutuh-Tumbang Telaken, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang membentang sepanjang 134,71 kilometer telah tersambung dan mengalirkan listrik 24 Jam sekaligus melakukan dedieselisasi pada PLTD Tumbang Jutuh dan Tumbang Telaken. (PT PLN (Persero) UIW KSKT)

Lanjut Erwin, bahwa terbangunnya jaringan distribusi listrik ini sangat berdampak besar pada sentra ekonomi dan bisnis yang sangat berperan membantu masyarakat luas.

"Apa yang PLN bangun, semoga tak hanya membantu masyarakat di Kalimantan Tengah dalam menikmati kelistrikan secara andal, tapi juga menjadi wujud upaya kita untuk terus  melistriki hingga ke pelosok Negeri," pungkasnya.(AOL)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved