Kriminalitas Banjarmasin

Korban Perkosaan Oknum Polisi Curhat Tak Tahu Sidang Vonis, Begini Penjelasan Jubir PN Banjarmasin 

Mahasiswi Fakultas Hukum ULM berinisial VDP yang jadi korban perkosaan oknum Polisi di Kalsel kembali mengunggah kekecewaanya terhadap persidangan

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Capture Unggahan Medsos Korban Perkosaan
Mahasiswi Fakultas Hukum ULM yang menjadi korban perkosaan oleh oknum Polisi mengunggah kekecewaannya di media sosial Instagram. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahasiswi Fakultas Hukum ULM berinisial VDP yang jadi korban pemerkosaan oleh oknum Polisi di Kalsel kembali mengunggah ungkapan kekecewaanya melalui akun media sosial Instagramnya, Senin (24/1/2022) malam. 

Dalam unggahannya, Ia mengaku heran hanya dua kali dipanggil dalam rangkaian persidangan dan tak diberitahu ketika sidang vonis berlangsung. 

"Aku hadir di sidang hanya 2 kali, yang dipanggil hanya saksi pada saat di hotel. Tetapi saksi dari kakakku dan adekku Putri tidak dipanggil. Tiba-tiba ada info sudah tau-taunya tinggal putusan. Terdakwa hanya dihukum 2 tahun 6 bulan," ungkap VDP di media sosial. 

Diketahui dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Majelis Hakim pemeriksa dan pengadil perkara tersebut diketuai oleh Ketua PN Banjarmasin, Moch Yuli Hadi sedangkan Hakim Anggotanya, Raden Roro Endang Dwi Handayani dan Moh Fatkan. 

Baca juga: Mahasiswi Korban Pemerkosaan oleh Oknum Polisi di Kalsel Curhat di Medsos, Begini Respons ULM

Baca juga: Kapolresta Banjarmasin Pastikan Satu Personelnya Diberhentikan, Terkait Dugaan Kasus Pemerkosaan

Baca juga: Brigadir RB Tersangka dan Terancam Dipecat, Kapolri Komentari Kasus Perkosaan Mahasiswi Mojokerto

Putusan ditetapkan oleh Majelis Hakim pada Selasa (11/1/2022).

Terkait rangkaian persidangan, Juru Bicara PN Banjarmasin, Hakim Aris Bawono Langgeng mengatakan, dalam perkara tersebut VDP merupakan saksi korban telah memberikan keterangan di depan persidangan karena Majelis Hakim menganggap perlu saksi tersebut dipanggil lagi ke persidangan dan secara hukum korban diwakili oleh negara dalam hal ini adalah Jaksa Penuntut Umum. 

Namun ditegaskan Aris, tidak ada pembatasan saksi korban untuk hadir dalam persidangan. 

Artinya, saksi korban bisa saja hadir di setiap persidangan yang jadwalnya dipublikasikan di SIPP PN Banjarmasin

"Ini lebih ke bagaimana komunikasi antara saksi korban dan Jaksa Penuntut Umum yang mewakilinya," kata Aris. 

Meski demikian, tentu pihak umum selain yang berkepentingan tidak bisa masuk ke ruangan sidang, karena persidangan perkara asusila digelar tertutup untuk umum.

Baca juga: Perkosaan di Kalteng : Berobat Gegara Sering Kesurupan, Ibu Muda di Kotim Jadi Korban Dukun Cabul

Soal waktu rangkaian persidangan, Aris menyebut, persidangan berjalan seperti biasa yaitu diawali dengan pembacaan dakwaan, tidak ada eksepsi, pemeriksaan saksi-saksi,  maupun saksi yg meringankan, keterangan terdakwa pembacaan tuntutan, pembacaan pembelaan dan akhirnya pembacaan putusan. 

"Setelah putusan, terdakwa ataupun Jaksa Penuntut Umum yamg mewakili korban di persidangan menerima putusan," kata Aris. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved