Berita Banjarmasin

Dosen FISIP Uniska di Video Minta Maaf Edy Mulyadi, Wakil Rektor Sebut Bukan Wakili Kelembagaan

Dosen FISIP Uniska MAB, Dr M Uhaib As’ad, tegaskan tidak tahu menahu pernyatan kontroversial Edy Muladi. Wakil Rektor sebut tidak terkait Uniska MAB.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
CAPTUER VIDEO YOUTUBE BANG EDY CHANNEL
Dosen FISIP Uniska MAB, Dr Muh Uhaib As’ad (kanan), di video pernyataan maaf Edy Mulyadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Edy Mulyadi, mantan Calon Legeslatif (Caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS nomor urut 8 Daerah Pemilihan (Dapil) III Jakarta, kini sedang menjadi perbincangan publik.

Dia menjadi vira karena mengeluarkan perkataan yang kontroversial mengenai Kalimantan, berkaitan dengan rencana pemerintah memindah Ibu kota negara ke Kabupaten Penajam Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah mendapat banyak kecaman, Edy Mulyadi membuat satu video berisi permintaan maaf, melalui chanel youtube miliknya.

Namun yang menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Selatan di video itu, kehadiran Dr M Uhaib As’ad, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (FISIP Uniska MAB).

Tidak hanya duduk di sebelah Edy Mulyadi, saat itu Uhaib juga mengeluarkan pernyataan yang mengundang banyak reaksi dari netizen.

Baca juga: Tiga Ormas Datangi Polres Tanbu Kalsel, Nyatakan Sikap Atas Pernyataan Edy Mulyadi

Baca juga: Batamad Kalsel Tuntut Edy Mulyadi Datang ke Kalsel untuk Minta Maaf Secara Langsung

Uhaib mengatakan bahwa pernyataan Edy Mulyadi hal yang biasa saja, sehingga tidak ada yang tersinggung.

"Saya sebagai akademisi menilai itu standar-standar saja dalam bahasa jurnalistik, tidak ada yang tersinggung," ucap Uhaib melalui siara youtube Bang Edy Channel yang diposting pada Senin (24/1/2022) lalu.

Karena menuai banyak komentar negatif atas pernyataanya tersebut, Uhaib pun mengeluarkan pernyataan klarifikasi.

Dalam rekaman suara yang tersebar melalui pesan WhatsApp, Uhaib menegaskan bahwa saat video permintaan maaf itu direkam, dirinya sama sekali tidak mengetahui agenda tersebut.

"Dalam pertemuan itu, saya tidak tahu agendanya apa. Sedangkan yang saya tahu adalah berbicara soal gugatan presidential treshold 0 persen. Saya tidak tahu siapa-siapa di dalam (ruangan) itu. kemudian, bicara soal Edy Mulyadi, ternyata ada orangnya di sana. Saya tidak tahu yang mana orangnya," ujarnya.

Baca juga: Pembangunan Rumah Dinas Wali Kota Banjarmasin Tuai Kritik

Baca juga: Penanganan Perkara Asusila yang Korbannya Mahasiswi, Aksi Solidaritas Akan Digelar di Banjarmasin

"Kemudian, saat saya mau pulang, saya izin pamit sama Bang Tamsil. Ternyata saya dikenalkan sebagai orang Kalimantan Selatan. Bahasa Banjarnya saya di sana 'kepuhunan.' Jadi, omong kosong kalau saya ke Jakarta sengaja menemui Edy Mulyadi," tambahnya.

Dikonfirmasi kepada Wakil Rektor I Uniska MAB, Dr Mohammad Zainul, dikatakan, pernyataan yang dikeluarkan Uhaib sama sekali tidak mewakili Uniska MAB secara kelembagaan.

Melainkan, lanjut dia, pernyataan pribadi yang bersangkutan. Meski di satu sisi, Uhaib merupakan seorang dosen di Uniska Banjarmasin.

"Itu merupakan pernyataan pribadi yang bersangkutan, bukan mewakili lembaga Uniska. Terlepas, Uhaib merupakan dosen Uniska. Kami secara tegas tidak memberikan dukungan atas pernyataan Uhaib, Kami Uniska tidak pernah membenarkan hal-hal seperti itu," tegas Zainul.

Lanjut Zainul bahwa Uhaib berangkat ke Kota Jakarta murni keperluan pribadi. Bukan atas rekomendasi Uniska MAB.

Baca juga: Kebakaran di Banjarmasin, Hanguskan Sejumlah Hunian, Terdata 20 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Baca juga: Kebakaran di Banjarmasin - Jenazah Bocah 6 Tahun Ditemukan di Bawah Ranjang

"Yang bersangkutan berangkat ke Jakarta bukan berkaitan dengan urusan Uniska, tetapi urusan pribadi," ucap Zainul.

Di sisi lain, Zainul juga mengatakan bahwa Uniska MAB mengecam atas pernyataan yang dilontarkan Edy Mulyadi, berkaitan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).

"Kalau memang tidak setuju dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara, seharusnya Edy Mulyadi memakai diksi-diksi yang lain. Untuk itu, Uniska juga turut mengecam pernyataan Edy Mulyadi. Karena bagaimanapun juga,  itu sangat tidak etis, mengeluarkan kata-kata seperti itu," jelasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved