Kriminalitas Banjarmasin

Penanganan Perkara Asusila yang Korbannya Mahasiswi, Aksi Solidaritas Akan Digelar di Banjarmasin

Pengurus BEM ULM dan mahasiswa gabungan akan menggelar aksi keprihatinan penanganan perkara hukum asusila yang korbannya mahasiswi di Banjarmasin.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Muhamad Fauzi, bersama rombongan mendatangi Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan terkait proses hukum pada perkara asusila yang korbannya adalah mahasiswi, Senin (24/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski proses hukum sudah tuntas dan berstatus inkrah, perkara pidana pelanggaran Pasal 286 KUHP di Banjarmasin dengan terpidana Bripka Bayu Tamtomo masih menjadi polemik. 

Dimana dalam perkara ini, korban pidana asusila yang dilakukan terpidana Bayu adalah seorang mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat ( ULM) berinisial VDPS. 

Menyoroti penanganan hukum pada perkara tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum ULM berencana menggelar aksi solidaritas ke Gedung Kantor Kejati Kalsel, Jalan DI Pandjaitan, Kota Banjarmasin.

Aksi rencananya digelar saat Kamis (27/1/2022) dimulai pukul 12.00 Wit dengan titik berkumpul di Siring 0 KM. 

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin: Draft Pencabutan Penghargaan untuk Oknum Polisi Pemerkosa Sedang Diproses

Baca juga: Oknum Aparat Perkosa Mahasiswi, GEMAS Kalsel Desak Kapolri Tindak Tegas Pelaku

Baca juga: Oknum Polisi Terlibat Kasus Asusila, Humas Polda Kalsel: Sidang Kode Etik Rekomendasikan PTDH

Rencana gerakan aksi solidaritas yang mengangkat tajuk Kejanggalan Proses Penegakan Hukum Kasus Kekerasan Seksual Terhadap VDPS tersebu dibenarkan Ketua BEM ULM, Ardhi.

"Besok kami menghimpun kawan-kawan mahasiswa untuk ikut turun dalam aksi solidaritas," kata Ardhi saat  dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (26/1/2022).

Jumlah peserta yang akan ikut serta dalam aksi solidaritas ini, kata Ardhi, masih dinamis dan akan dibahas pada konsolidasi, Rabu (26/1/2022) malam. 

Mantan Ketua BEM ULM, Ahmad Rinaldi, yang juga bagian dari Tim Advokasi Keadilan untuk VDPS, menambahkan, aksi solidaritas tersebut dilakukan untuk menggalang solidaritas bagi VDPS sebagai korban pidana asusila.

Baca juga: VIDEO Buntut Perkara Asusila dengan Korban Mahasiswi ULM, Kejati Kalsel Periksa Penuntut Umum

Baca juga: Mahasiswi Korban Asusila, Kapolresta Banjarmasin Minta Maaf ke ULM Atas Ulah Mantan Anggota

"Kami juga prihatin, apalagi satu almamater. Kami tidak ingin hal ini terulang lagi," terang Rinaldi. 

Tim Advokasi, kata dia, juga akan mempertanyakan terkait penanganan kasus tersebut. Karena dinilai, korban belum mendapat keadilan yang sesungguhnya.

Selain itu, Rinaldi juga mengaku heran bagaimana bisa instansi kepolisian tempat korban melaksanakan program magang tidak menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak kampus. 

Pemberitahuan demikian kepada kampus, kata Rinaldi, juga seharusnya dilakukan oleh kejaksaan.

Baca juga: Korban Perkosaan Oknum Polisi Curhat Tak Tahu Sidang Vonis, Begini Penjelasan Jubir PN Banjarmasin

Baca juga: Tim Advokasi Keadilan Kalsel Temukan Kejanggalan Proses Hukum Mahasiswi Diperkosa Oknum Polisi

Baca juga: Mahasiswi Korban Pemerkosaan oleh Oknum Polisi di Kalsel Curhat di Medsos, Begini Respons ULM

"Banyak yang harus dikawal dalam kasus ini. Seruan aksi ini digerakkan kawan-kawan Tim Advokasi, BEM FH ULM, pimpinan ULM, termasuk dekan, dosen dan kawan-kawan mahasiswa," kata Rinaldi.

( Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved