Tahun Baru Imlek 2022

Tradisi Cuci Patung Dewa Jelang Tahun Baru Imlek 2022, Berikut Ucapan Gong Xi Fat Cai Versi Inggris

Salah satu tradisi yang dilakukan warga Tonghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek yaitu melakukan ritual cuci patung dewa.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
KOMPAS.com / AJI YK PUTRA
Pencucian patung dewa yang berlangsung di Kelenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiang), di kawasan 10 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/2/2021). Ritual pencucian patung ini untuk menyambut Imlek yang jatuh pada Jumat (12/2/2021) mendatang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lusa, Tahun Baru Imlek 2022 segera tiba. Beragam tradisi warga China pun dilakukan jelang Imlek.

Tahun Baru Imlek 2022 bertepatan pada Selasa (1/2/2022).

Salah satu tradisi yang dilakukan warga Tonghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek yaitu melakukan ritual cuci patung dewa.

Sebagaimana yang dilakukan pengurus Kelenteng Chandra Nadi atau yang dikenal Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang, sedang mencuci seluruh patung yang ada di dalam kelenteng.

Makna ritual mencuci patung dewa jelang Imlek dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap dewa dewi yang turun dari langit.

Baca juga: Link Twibbon Tahun Baru Imlek 2022, Simak Cara Membuat dan Bagikan di Media Sosial

Baca juga: 20 Link Twibbon Imlek 2022, Bagikan untuk Sambut Tahun Baru China 2573 Lewat FB, IG, WA dan Twitter

Humas Kelenteng Dewi Kwan Im, Tjik Harun, mengatakan bahwa satu Minggu sebelum perayaan Imlek masyarakat Tioghoa melakukan perayaan yakni Ji Si Siang Ang.

Ia mengatakan, bahwa perayaan Ji Si Siang Ang tersebut merupakan ritual pencucian patung untuk mengantar dewa dewi naik kelangit.

Setelah dewa dewi diantar naik ke langit berarti altar menjadi kosong, sehingga wajib kita bersihkan.

"Mulai dari patung - patung yang kotor dan kumuh semua dibersihkan, karena itu merupakan tradisi jelang tahun Imlek syarat dengan ritual," ujarnya dikutip dari Sripoku.com.

Setelah selesai mencuci rupang, kemudian warga Tiong Hoa akan menyambut tahun baru Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022.

"Tahun baru imlek itu juga syarat dengan tradisi ritual sembayang, dan saling silaturahmi," katanya.

Ditambahkan Harun, bahwa setelah hari ke empat ada lagi dewa yang turun dari langit yang namanya dewa Chaisen yang memberi rezeki.

"Jadi, rezeki yang kita terima hari ini dilihat dari rezeki yang kita terima tahun lalu, intinya apabila kita tidak berbuat banyak jangan harap rezeki yang banyak rezeki," bebernya.

Ia mengungkapkan, hal tersebut tentunya kembali kepada diri prihadi masing masing.

Pekerja saat menghias vihara jelang perayaan imlek di wihara Avalokitesvara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (22/1/2022). Kegiatan tersebut untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek yang pada 1 Februari 2022.
Pekerja saat menghias vihara jelang perayaan imlek di wihara Avalokitesvara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (22/1/2022). Kegiatan tersebut untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek yang pada 1 Februari 2022. (Tribunnews/Jeprima)

"Kalau kita banyak memberi atau berbagi tentunya rezeki akan banyak juga yang akan kita terima," tutupnya.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved