Berita Tanahlaut

Diskopdag Tanahlaut Terus Pantau Migor di Pasaran, Warga Diminta Tak Panic Buying

Diskopdag Tala terus melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan minyak goreng di pasar tradisional.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Ridho, pedagang sembako di pasar Pelaihari memperlihatkan minyak goreng murah yang cukup banyak stoknya di tokonya, Rabu (26_1). 

BANJARMASINPOST.ID, PELAIHARI - Kalangan warga di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kini cukup lega menyusul telah beredarnya minyak goreng (migor) murah di pasar tradisional di wilayah setempat.

"Alhamdulillah ya sudah beredar migor murah di Pasar Pelaihari. Gak bingung lagi kayak kemarin-kemarin," ucap Lisnawati, warga Pabahanan, Pelaihari, Senin (31/1/2022).

Ia mengaku telah membeli migor murah di Pasar Manuntung Berseri, Pelaihari, tiga hari lalu seharga Rp 14 ribu per liter.

Meski begitu dirinya tak lantas memborong karena persediaan di pasar ia lihat cukup banyak.

Baca juga: Kabupaten Tanahlaut Mulai Siapkan Anggaran Pilkada 2024, ini Besaran Dana yang Disiapkan

Baca juga: Capaian Vaksinasi Anak di Tanahlaut Terus Menanjak, ini Realisasinya

"Kemarin beli dua liter saja, dua bungkus. Banyak saja saya lihat di toko-toko di pasar. Lagian kan memang sudah ditegaskan pemerintah harganya memang segitu," tandasnya.

Sementara itu Widiyanto meski telah mengetahui harga migor murah di pasaran, namun ia belum membeli.

Pasalnya dirinya telah terlanjur membeli satu dus dan belum habis.

"Beberapa hari lalu itu saya beli satu dus pas harga belum turun. Eh, esoknya harga turun. Yasudah tak mengapa, insha Allah ada saja rezekinya," ucap pedagang makanan ringan ini.

Sementara itu Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala terus melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan minyak goreng di pasar tradisional.

Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin menegaskan pemerintah menjamin kebutuhan minyak goreng untuk masyarakat tercukupi.

Pemerintah pusat juga telah menetapkan kebijakan satu harga migor yakni Rp 14 ribu per liter.

Karena itu Syahrian meminta agar masyarakat tidak panic buying.

Pasalnya stoknya banyak dan sangat cukup untuk keperluan warga hingga enam bulan ke depan.

“Insya Allah ketersediaan minyak goreng aman saja. Jadi, tak perlu risau,” tandas Syahrian.

Baca juga: Kecelakaan di Kalsel - Pengendara Motor Masuk Kolong Truk di Kabupaten Tala, Begini Kronologinya

Baca juga: Siswa Terpapar Covid-19, Tiga SMPN di Kota Banjarmasin Akan Jalani PJJ Seminggu

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved