Berita Tanahlaut

Kasus Covid-19 Meningkat, Disdikbud Tanahlaut Sebut Ada Kemungkinan Aktivitas PTM Dibatasi

Meningkatnya kasus Covid-19 membuat aktivitas PTM di Tanahlaut kemungkinan diperketat

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/roy
Petugas SDN 4 Angsau mengecek suhu tubuh murid sebelum masuk ke lingkungan sekolah setempat, Senin (17_1) pagi.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Setelah diterapkannya pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan (Kalsel), sejak pekan pertama Januari 2022 lalu, kini dimungkinkan pelaksanaannya kian diperketat.

Informasi diperoleh banjarmasinpost.co.id, Senin (7/2/2022), hal itu dikarenakan kembali munculnya satu kasus positif covid-19 di Tala pada pertengahan Januari lalu. Kini jumlahnya telah mencapai belasan orang.

Kasus pertama orang yang terpapar covid-19 tersebut terdeteksi ketika hendak kembali ke tempat aktivitasnya di luar Tala dan melakukan test PCR di Pelaihari. Mereka kemudian menjalani isolasi mandiri di tempat kerjanya di Binuang Kabupaten Tapin.

"Tala sekarang kembali ke level 2 PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) menyusul kembali adanya kasus positif covid-19. Sebelumnya kita level 1," ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala H Zainal Abidin.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Disdikbud Tanbu Tetap Jalankan PTM 100 Persen

Baca juga: Tak Ada Temuan Kasus Covid-19 di Lingkungan Sekolah, Disdik Batola Masih Terapkan PTM Penuh

Hal itu dinyatakannya berkemungkinan berdampak terhadap aktivitas masyarakat termasuk PTM.

"Saat ini kami masih menunggu arahan pimpinan (bupati)," tandasnya.

Dikatakannya ada kemungkinan PTM akan lebih diperketat.

Jika sejak pekan pertama Januari lalu seluruh pelajar pada semua sekolah kembali belajar di sekolah meski jam belajar hanya enam jam (normal delapan jam lebih), kini ada kemungkinan dibatasi.

Di Tala tercatat sebanyak 235 sekolah dasar negeri dan delapan swasta termasuk di pesantren. Sedangkan sekolah menengah pertama negeri sebanyak 49 dan delapan swasta.

"Apakah nanti 50 persen saja yang masuk dan 50 persen daring, itu nanti kami menunggu arahan pimpinan. Sementara ini belum ada instruksi tertulis baru dari bupati mengenai PTM," sebut Zainal.

Ia menerangkan ketentuan aktivitas di kantor/sekolah dibatasi hanya 50 persen diatur dalam ketentuan PPKM Level dua sebagai upaya meminimalisasi risiko penularan covid-19. 

Namun secara umum terkait pelaksanaan PTM yang telah berjalan sekitar satu bulan, ia mengatakan cukup lancar. Semua pelajar telah masuk secara keseluruhan belajar di sekolah.

Apakah ada laporan pelajar yang sakit di sekolah? "Ya memang ada satu dua orang, tapi ringan saja dan itu kan tidak bisa langsung disimpulkan karena covid-19," tandas Zainal.

Baca juga: Banjarbaru PPKM Level 2, SMPN 8 Terapkan PTM 50 Persen

Pihaknya sejak awal pemberlakuan PTM terbatas juga telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Tala untuk pengecekan kesehatan pelajar. Terutama terhadap yang kondisi badan kurang sehat ketika berada di sekolah.

Sementara itu kalangan orangtua pelajar di Tala berharap PTM tetap dilanjutkan. "Sudah capek belajar daring dua tahun lebih. Gak ada habisnya kalau nuruti covid nie. Kan dulu kata Presiden kita bisa hidup berdampingan dengan covid," ucap Asni, warga Pelaihari. (Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved