Berita Banjarmasin

Selain Lonjakan Covid-19, Ancaman Demam Berdarah Dengue Juga Muncul di Banjarmasin

Data RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, sejak Januari hingga Februari 2022 ada 6 pasien DBD yang dirawat. Tidak ada yang meninggal dunia.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
RSUD Sultan Suriansyah di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain kasu Covid-19 yang kembali meningkat, ancaman DBD)'>Demam Berdarah Dengue ( DBD) juga muncul di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pasalnya, pada masa peralihan musim ini, beberapa kasus DBD kembali ditemukan di Kota Seribu Sungai (julukan Banjarmasin) ini.

Direktur RSUD Sultan Suriansyah, dr Syaukani, Senin (7/2/2022), menerangkan, hingga Februari ini tercatat ada 6 kasus DBD.

Meskipun demikian, kasus DBD yang terjadi lebih banyak ditemukan pada Januari lalu.

Bahkan berdasarkan data yang ada, kasus yang ditemukan tidak hanya menyerang anak tapi juga orang dewasa.

Baca juga: Sejak Januari 2022, Dinkes Kabupaten Batola Belum Temukan Kasus Demam Berdarah

Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Sebut 32 Pelajar Positif Covid-19

"Untuk anak-anak, di Januari lalu ada dua kasus. Bulan ini belum ada. Kemudian untuk dewasa, ada tiga kasus di Januari dan saat Februari ini ada satu kasus," rincinya.

Ditambahkan Syaukani, dari sekian kasus yang terjadi tersebut, pasien lebih banyak sudah dalam kondisi sehat setelah dilakukan perawatan. "Tidak ada yang sampai meninggal dunia," katanya.

Terpisah, Plt Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, menerangkan, kasus DBD masih belum mengalami peningkatan berarti. "Belum ada tren peningkatan untuk kasus DBD," ujarnya.

Selain DBD, pada masa pancaroba ini masyarakat juga dibayangi dengan ancaman penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Terlebih gejala serangan ISPA begitu mirip dengan gejala orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 khususnya varian omicron.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 1 Meninggal, 1 Sembuh, Penambahan Positif 103 Orang

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 Provinsi Kalsel Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Terkait dengan hal ini, Machli tak bahwa kasus ISPA juga ditemukan. Namun, masih sedikit.

"Memang ada, tapi tidak signifikan. Dan memang untuk ISPA ini di Banjarmasin menempati urutan ketiga penyakit teratas. Dan yang perlu diwaspadai sebenarnya juga adalah penyakit hypertensi karena Banjarmasin saat ini yang tertinggi di Kalimantan Selatan," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved