Wabah Corona di Kalsel

POSITIF, Tiga Warga Banjarmasin Terpapar Omicron, 2 di Antaranya Ibu Rumah Tangga

Plt Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, sebut 3 warga positif terpapar omicron. Dua di antaranya ibu rumah tangga akibat transmisi lokal.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Varian baru Covid-19 berjenis omicron sudah masuk di wilayah  Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya Kota Banjarmasin.

Belum lama tadi, pihak Dinkes Kalsel telah mengirimkan sebanyak 17 sampel ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes.

Hasil pemeriksaan sampel pun sudah diketahui, yaitu 9 orang terkonfirmasi Covid-19 varian omicron. Dan 3 orang di antaranya merupakan warga Banjarmasin.

Hal ini dibeberkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi.

"Dari 17 sampel yang dikirimkan Dinkes Kalsel ke Litbangkes, 9 positif omicron dan 3 di antaranya adalah warga Banjarmasin. Jadi kami akui, saat ini di Kota Banjarmasin sudah ada varian omicron," ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/2/2022) siang.

Baca juga: Ketua IDI Wilayah Kalsel: Masa Inkubasi Omicron Relatif Singkat 1-2 Hari

Baca juga: Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin: Belum Ada Konfirmasi Varian Omicron

Dia menambahkan, dari 3 orang yang dinyatakan positif omicron itu, 2 orang di antaranya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

"Dari awal, sempat dirawat di rumah sakit, tapi sekarang sudah pulang atau tidak dirawat lagi," lanjutnya.

Kemudian, Machli juga menerangkan juga bahwa pihaknya sudah melakukan tracking ke masing-masing kontak erat.

"Dari tiga orang yang positif omicron itu, sudah kami lakukan tracking dan semua kontak eratnya dilakukan swab antigen dan hasilnya negatif semua. Jadi, kami sudah berupaya memblok penularan ini," ungkapnya.

Juga dibeberkannya bahwa mereka yang terpapar omicron tersebut akibat telah terjadinya transimisi lokal.

Baca juga: Dugaan Soal Omicron di Kalsel, Dinas Kesehatan Tunggul Hasil Labkes Pusat

Baca juga: Sebut Omicron Terkonfirmasi di Kalsel, Tim Pakar ULM : Segera Cegah Penularan Semakin Masif 

"Kami sudah melakukan penelusuran selama 14 hari terakhir dan mereka tidak melakukan perjalanan keluar daerah. Ini artinya, dikarenakan transimisi lokal. Dari 3 orang ini, 2 orang di antaranya adalah ibu rumah tangga. Bahkan ada yang ketahuan positif saat ingin bepergian ke luar daerah," jelasnya.

Karena itu, Machli Riyadi mengimbau masyarakat Kota Banjarmasin untuk tidak panik, meskipun  kasus Covid-19 belakangan ini terus melonjak.

"Masyarakat tidak perlu panik karena cenderung omicron ini sembuh lebih cepat dan relatif tidak terlalu berbahaya dibandingkan varian delta. Dan 95 persen yang terpapar itu, tanpa gejala,  hanya melakukan isolasi mandiri. Tapi, masyarakat tetap harus waspada," urai dia.

Upaya yang dilakukan Dinkes Banjarmasin menghadapi kondisi lonjakan Covid-19 yang bahkan sudah mencapai 895 kasus aktif, Machli Riyadi membeberkan, yakni dengan mempercepat vaksinasi.

"Kami akan mempercepat vaksinasi. Tujuannya, mempercepat terbentuknya herd immunity di Banjarmasin," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved