Lifestyle

Rumah Alam Sungai Andai Banjarmasin, Satukan Kuliner, Fashion dan Lagu Banjar

Perhelatan digelar di Rumah Alam Sungai Andai Banjarmasin Satukan Kuliner banua, Fashion khas Banjar dan Lagu Banjar

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
istimewa
Rakhmalina Bakhriati, Ketua Koperasi Jalujur Banua Bawarna atau Borneo Braid, Senin (14/2/2022). 

BANJARMASIN POST.CO.ID - Bagaimana bila kuliner, fashion dan lagu Banjar disajikan  dalam satu perhelatan, tentu cukup menarik. 

Nah, Warung Rukun, Borneo Braid, Koperasi Produksi, Jalujur Banua Bawarna, LK3 Banjarmasin dan Yayasan Ragam Sasirangan menyatukan perhelatan itu di Rumah Alam Sungai Andai, Rabu, 16 Februari 2022, Pukul 09.00 sampai 13.30 Wita.

"Sesederhana apapun perhelatan tersebut, ketiganya dapat menjadi satu bagian, karena sama-sama karya cipta, buah olah budaya, walau ranahnya berbeda," papar Rakhmalina Bakhriati, Ketua Koperasi Jalujur Banua Bawarna atau Borneo Braid, Senin (14/2/2022).

Ditambahkan dia, sekalipun tidak sama bentuk dan wujudnya, penyajian dalam pagelaran yang diberi nama karasmin, dapat saling melengkapi, bahkan mendukung satu dengan lainnya. Semuanya bertujuan memajukan serta memperkaya kebudayaan itu sendiri.

Baca juga: Nyanyikan Kasih Putus di Luhuk Badangsanak, Penyanyi Lagu Banjar ini Dapat Pengalaman Mistis

Baca juga: Ingat Siti Ropeah? Lagu Banjar yang Jenaka Ciptaan Abdul Hamid Ini Terinspirasi dari sang Istri

Baca juga: Sasirangan Ringkel Pandan Tanahlaut Paling Laku, Sering Dipesan Peminat dari Luar Pulau

Dalam soal kuliner, lanjut Lina, LK3 Banjarmasin melakukan kegiatan pemberdayaan sudah lebih dari 7 tahun dab menghasilkan satu komunitas yang sangat aktif dan produktif, yaitu Warung Rukun. 

Menurunya, di Warung Rukun, kuliner menjadi metode dialog, mempertemukan yang berbeda, beragam, termasuk berbeda suku, agama, ras dan kepercayaan.

"Prinsip yang menjadi kesepakatan, tidak usah bicara muluk soal macam keragaman, asal semua makanan yang tersaji bisa dipahami, dan dapat dimakan oleh semua yang berbeda tanpa ragu. Ini sudah cukup menggambarkan toleransi, hidup damai dan saling menghargai," tandasnya.

Lina yang juga Koordinator Program Pemberdayaan Masyarakat LK3 Banjarmasin ini menngungkapkan, di bidang fashion, LK3 Banjarmasin memiliki komunitas Borneo Braid, kini bermitra dengan Yayasan Ragam Sasirangan, menghimpun pengrajin dan pelaku usaha bidang kerajinan.

"Mulai kerajinan tangan berupa anyaman, sulam, rajut dan sebagainya, hingga jahitan yang melahirkan busana termasuk di dalamnya para pengrajin kain lokal Banjar Sasirangan. Bahkan memiliki misi memajukan pewarna alam, guna mengurangi kerusakan lingkungan hasil limbah kimia," tandas owner Rumah Alam Sungai Andai Banjarmasin ini.

Kedua komunitas ini jelas Lina, juga maju bersama dalam satu wadah yang dinamakan Koperasi Produksi Jalujur Banua Bawarna (KP-JBB).

Pada koperasi inilah segalanya berhimpun, saling memajukan dan berkarya. Bukan saja untuk koperasi itu sendiri, tapi juga untuk memperkuat ekonomi keluarga, dan tentu memajukan perekonomian masyarakat secara umum. 

Di lain sisi, kata dia, kuliner dan fashion, sering kali memberi inspirasi muncul dan berkembangnya kebudayaan lain, yaitu terciptanya lagu-lagu Banjar.

Betapa tidak, sejak dahulu ada banyak jenis kuliner justru populer dan dikenal luas melalui lagu-lagu yang dinyanyikan. 

Misalnya, wadai 41, nasi kuning, sambal acan dan lain sebagainya, semakin populer karena lagunya sering disenandungkan. Atau corak kain dan busana, tentu juga sering menjadi bagian inspirasi dalam lagu, baik langsung atau tidak langsung. 

"Atau satu jenis kuliner menjadi inspirasi lagu dan corak kain sekaligus, sebagaimana ‘pucuk rabung’, selain menjadi inspirasi makanan, juga menjadi motif pada kain dan busana," tandas nya.

Baca juga: Hadzir Penyanyi Langganan Para Pencipta Lagu Banjar

Baca juga: Kuliner Kalsel - Aneka Kue Tradisional Khas Banua Ada di Barabai, Cek Ini Lokasinya

Jadi, jelas Lina, menyajikan ketiganya dalam satu acara, yaitu kuliner, fashion dan lagu Banjar, menjadi sesuatu yang menarik dan juga unik.

Apalagi bila lagu-lagu tersebut memang diciptakan untuk mengenalkan kebudayaan Banjar, sebagaimana puluhan lagu yang sudah diciptakan oleh Khariadi Asa, penulis dan pencipta lagu yang sangat produktif, karena tidak kurang 65 lagu sudah ciptakannya  dalam lagu yang ia buat, mengangkat kuliner, fashion dan berbagai potensi alam yang juga dapat menginspirasi kebudayaan lainnya untuk ikut berkembang. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved