Berita Banjarmasin

VIDEO Asyiknya Fashion Show Diiringi Lagu Banjar di Rumah Alam Sungai Andai Banjarmasin

Acara fashion show dan kuliner dari para pelaku UMKM di Kota Banjarmasin hadir di Rumah Alam Kelurahan Sungai Andai.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Enam model Banjarmasin, Tiwi, Tia, Zanora, Hesti, Azhari dan Dita, tampil mengenakan busana rancangan designer senior Fahmi Refa dan perancang muda berbakat Naufal Lisna Reisya.

Mereka berlenggak-lenggok di antara tamu undangan di Rumah Alam di Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Rabu (16/2/2022).

"Biasanya saat kami peragaan busana, jalannya lempang dan panjang. Ini kami berjalan di atas catwalk diantara selewiran pengunjung dan sangat pendek," ungkapnya Azhari, salah seorang model.

Walau pun demikian, kata dia, ini merupakan tantangan sendiri bagaimana mengatasinya berjalan di atas catwalk kada biasanya.

Menariknya lagi, selain fashion show baju sasirangan, pelaku UMKM yang bernaung di Warung Rukun membikin kue khas Banjar, bingka, dadar gulur, lempeng babanam dan lain-lain, turut hadir.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah di Banjarmasin Terapkan PTM 50 Persen

Baca juga: Sidang Terdakwa Kasus Korupsi Mantan Plt Kadis PUPRP HSU Kalsel, Terungkap Fee Jadi Syarat Proyek

Di pintu masuk aula Palidangan Rumah Alam, Khairadi Asa bersama penyanyi Zuraida dan pemain musik panting, Rasyid membawakan lagu-lagu Banjar mengiringi peragaan busana tersebut.

Sementara itu, Khariadi Asa yang telah menciptakan lebih 60 lagu Banjar mengatakan, dirinya sangat senang tampil di acara ini.

"Saya membawakan lagu sesuai dengan acara ini. Misalnya lagu Nasi Kuning Banjar, Gangan Humbut, Wadai 41, Tapai Gambut, Pucuk Rabung, Jukung Tuha dan lain-lain," ungkap Khairadi.

Sebelumnya, ada juga reses atau silaturrahmi dilakukan anggota DPRD Kalsel, Dra Hj Rachma Norlias, menyampaikan tentang kuliner dan budaya serta pelaku UMKM di daerah.

"Ini sangat menarik dalam satu acara menggabungkan tiga kegiatan, kuliner Banjar, fashio dan diperdengarkan lagu Banjar," ucapnya.

Baca juga: Insentif Belum Dibayar, Guru Honorer di Banjarmasin Ngadu ke Wali Kota

Baca juga: Dukung Kebijakan Pemerintah, PT SDOPLR Kembali Gelar Operasi Minyak Goreng Murah di Kalsel

Terpisah, Rakhmalina Bakhriati, Ketua Koperasi Jalujur Banua Bawarna atau Borneo Braid, mengatakan, kuliner, fashion dan lagu Banjar, dapat disajikan dalam satu perhelatan.

Sesederhana apapun perhelatan tersebut, ketiganya dapat menjadi satu bagian, karena sama-sama karya cipta, buah olah budaya, walau ranahnya berbeda.

"Sekali pun tidak sama bentuk dan wujudnya, penyajian dalam pagelaran yang diberi nama karasmin, dapat saling melengkapi, bahkan mendukung satu dengan lainnya. Semuanya bertujuan memajukan serta memperkaya kebudayaan itu sendiri," ucapnya.

Ditambahkan perempuan yang akrab disapa Lina ini, dalam soal kuliner, LK3 Banjarmasin melakukan kegiatan pemberdayaan sudah lebih dari 7 tahun, menghasilkan satu komunitas yang sangat aktif dan produktif, yaitu Warung Rukun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved