Berita Banjarmasin

Libatkan Oknum Bhayangkari Polresta Banjarmasin, Kasus Arisan Online Diambil Alih Polda Kalsel

Kasus bandar arisan online yang melibatkan seorang anggota Bhayangkari Polresta Banjarmasin diambil alih Polda Kalsel

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Kolase BPost
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i. (Kanan) RA, Bandar Arisan Online di Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus bandar arisan online yang melibatkan seorang anggota Bhayangkari Polresta Banjarmasin menjadi atensi Kapolda Kalsel.

Kasus penipuan berkedok arisan online di Banjarmasin dengan kerugian ditaksir miliaran rupiah itu kini diambil alih Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel turun tangan dalam penanganan kasus dugaan

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, penanganan kasus saat ini dalam tahap penyidikan. 

"Ditangani oleh Direktorat Krimum Polda Kalsel. Penyidikan dimulai hari ini," kata Kombes Rifa’i dalam konferensi pers di Mapolda Kalsel, Senin (21/2/2022).

Baca juga: Penipuan di Banjarmasin - Polisi Tahan Bandar Arisan Online, Kerugian Miliaran Rupiah

Baca juga: Kini Ditahan Polisi, Begini Modus Bandar Arisan Online di Banjarmasin Bujuk Korban

Polda Kalsel kata Kabid Humas turut turun tangan dalam penanganan kasus tersebut agar tak muncul keraguan dari para pelapor bahwa penanganan dilakukan dengan tegas dan serius sesuai dengan SOP. 

Pasalnya dalam konferensi pers Kabid Humas Polda Kalsel juga mengatakan, terlapor yaitu bandar arisan online berinisial RA merupakan oknum Anggota Bhayangkari di Polresta Banjarmasin. 

RA merupakan isteri dari seorang Anggota Polri yang saat ini berdinas di Polresta Banjarmasin. 

"Kenapa kasus diambil alih oleh Krimum Polda, karena supaya tidak terjadi kecurigaan dari para pelapor sehingga Polda sesuai perintah pimpinan untuk mengambil alih kasus ini," kata Kabid Humas. 

Penyidik kata Kombes Rifa’i masih terus mendalami kasus tersebut termasuk apakah suami terlapor juga memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut. 

"Pasti oleh Propam juga, kita masih lidik apakah ada keterlibatan suaminya. Intinya institusi mengapresiasi laporan dari masyarakat ini," terangnya. 

RA yang dikatakan telah mengakui perbuatannya kini sudah berstatus tersangka dan ditahan di Polresta Banjarmasin dalam tahap penyidikan. 

Dugaan awal, modus yang digunakan RA kata Kabid Humas yaitu berupa menggelar arisan daring fiktif melalui akun media sosial Instagram yang bersangkutan. 

Sementara, ada sebanyak 126 peserta arisan daring dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 2,7 miliar yang terdata oleh Kepolisian. 

Baca juga: Kabur Bawa Uang Anggotanya di Tanbu, Pelaku Penipuan Arisan Online Kalsel Diringkus Polisi

Jumlah ini menurut Kabid Humas kemungkinan masih akan berkembang karena diduga masih ada peserta lainnya yang belum melaporkan kerugiannya. 

Korban yang belum melaporkan kerugian akibat arisan online fiktif tersebut diimbau untuk melapor ke Polresta Banjarmasin maupun ke Direktorat Reskrimum Polda Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved