BTalk Health and Beauty

BTalk, Jangan Takut dengan Omicron

Kabid Pemberantasan Penyakit Dinkes Banjarmasin, dr Bandiyah Ma'rifah, mengatakan, jika daya tahan tubuh bagus dan sudah vaksin, omicron cepat sembuh.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Acara BTalk mengenai “Jangan Takut dengan Omicron” hadirkan Kabid Pemberantasan Penyakit Dinkes Banjarmasin, dr Bandiyah Ma'rifah, sebagai narasumber yang dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Anjar Wulandari, Selasa (22/2/2022) pukul 14.00 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus Covid-19 belum juga berhenti penyebarannya, termasuk di Banjarmasin.

Varian omicron pun sudah melanda Kota Seribu Sungai. Hal ini sempat memunculkan keresahan baru, sebab kabarnya varian ini lebih membahayakan.

Meski demikian, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat tidak takut berlebihan terhadap omicron. Alasannya, gejala omicron tidak lebih berat dibandingkan varian sebelumnya, delta.

Mari kita simak penjelasan Kabid Pemberantasan Penyakit Dinkes Banjarmasin, dr Bandiyah Ma'rifah, dalam Program Health & Beauty, Selasa (22/2/2022) pukul 14.00 Wita dengan tema Jangan Takut dengan Omicron.

Perbincangan yang dipandu Anjar Wulandari, Jurnalis Banjarmasin Post, ini ditayangkan langsung dan bisa disimak ulang di kanal Youtube Banjarmasin Post News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online.

Baca juga: Kejar Capaian Vaksinasi, Kodim 1007 Banjarmasin Sasar Karyawan Perusahaan Swasta

Baca juga: VIDEO Wisata Kalsel - Pantai Batakan Baru Tanahlaut Dilengkapi Berbagai Fasilitas

Menurut dr Bandiyah virus Covid-19 memang bermutasi. Tapi untuk varian omicron ini, virusnya mudah mati. Bahkan jika terpapar, maka walau tidak diapa-apakan, virus itu bisa mati sendiri.

"Gejalanya tidak parah. Jika daya tahan tubuh bagus dan sudah bervaksin, maka cepat sembuhnya," katanya.

Varian sebelumnya memerlukan waktu hingga dua Minggu baru bisa melewati masa penyembuhan, varian omicron hanya perlu lima hari untuk sembuh.

Mengenai kabar bahwa omicron lebih cepat bahkan hingga lima kali lebih cepat penularannya, menurut dr Bandiyah, semua sama cepatnya dalam penularan.

"Beda dengan sebelumnya. Sekarang, kita sudah banyak yang bervaksin. Sudah ada daya tahan tubuh, sehingga bisa mengenali masuknya virus dan mengatasinya," jelas dr Bandiyah.

Baca juga: VIDEO Unjuk Rasa Sopir di Banjarmasin Batal Digelar, Kapolresta : Tidak Ada Demo Hari Ini

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Kalsel Melambung, Ketua Komisi II DPRD Minta Produsen dan Distributor Jujur

Vaksinasi yang digenjot pemerintah hingga 70 persen masyarakat bervaksin bertujuan menciptakan health immunity.

Dengan begitu, pandemi bisa menjadi endemi. Adapun orang bervaksin itu akan melindungi 30-40 persen orang yang tidak bervaksin.

Jika karakteristik omicron demikian, lanjut dr Bandiyah Ma'rifah, maka benarlah bahwa tidak perlu khawatir berlebihan. Namun tetap saja jangan lupa Prokes agar tidak hanya kita tapi juga orang lain terlindungi.

Diingatkan bagi orang yang comorbid atau rentan tertular tetap harus waspada. Jaga diri dengan Prokes ketat.

"Bagi masyarakat, terpenting adalah lakukan pencegahan. Kelola diri. Jika dikatakan terkontaminasi, maka kendalikan diri, jangan stres. Bukan menyepelekan, tapi bawa santai saja. Prokes diperketat. Jaga pola makan, gaya hidup, asupan vitamin dan olahraga, serta istirahat cukup," pesannya.

Disadari bahwa masyarakat mungkin lelah dengan situasi pandemi, makanya ada yang abai Prokes. Sebetulnya harus tetap Prokes dan jangan terlalu lama berkumpul kemudian buka masker.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved