PT PLN Persero UPK Asam Asam

Pemanfaatan FABA PLTU Asam Asam untuk Pembangunan Drainase Jalan Provinsi di Kabupaten Tanahlaut

saat ini FABA sudah berstatus limbah non B3 (Bahan berbahaya beracun), sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal

Editor: Eka Dinayanti
PT PLN (Persero) UPK Asam Asam
PLN mengoptimalkan pemanfaatan fly ash bottom ash (FABA) atau limbah padat hasil pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 

BANJARMASINPOST.CO.ID – PLN mengoptimalkan pemanfaatan fly ash bottom ash (FABA) atau limbah padat hasil pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi bahan baku keperluan sektor konstruksi dan infrastruktur.

Manager PLN UPK Asam Asam, Dani Esa Windiarto menjelaskan, sesuai Peraturan pemerintah No 22 Tahun 2021, saat ini FABA sudah berstatus limbah non B3 (Bahan berbahaya beracun), sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal, untuk kepentingan masyarakat banyak terutama di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

“PLTU Asam Asam siap memprioritaskan penggunaan FABA, tentunya dengan menaati regulasi yang ada. untuk kepentingan dan pemanfaatan di wilayah Kabupaten Tanah Laut,” jelas Dani Esa.

PLN mengoptimalkan pemanfaatan fly ash bottom ash (FABA) atau limbah padat hasil pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
PLN mengoptimalkan pemanfaatan fly ash bottom ash (FABA) atau limbah
padat hasil pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
(PT PLN (Persero) UPK Asam Asam)

PLN melakukan kerjasama dengan PT Adhi Karya sebagai salah satu badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Untuk pembangunan drainase jalan Provinsi di Kabupaten Tanah Laut.

FABA merupakan satu bahan tambah (additive) yang cukup populer saat ini untuk digunakan sebagai pengganti sebagian semen dalam campuran beton bahan untuk stabilisasi tanah ekspansif sehingga dapat meningkatkan kekuatan dan kualitas mortar beton.

140 Ton FABA berhasil diserap menyusul proyek Preservasi jalan provinsi Asam Asam-Batulicin sepanjang 150 Km dengan komposisi mortar beton 70% FABA, 10% air dan 20% semen.

Mengingat potensi yang begitu besar, diharapkan FABA dapat dimanfaatkan guna pembangunan infrastruktur yang terus menerus dan berkelanjutan sehingga mendatangkan kemaslahatan untuk masyarakat.

“ini merupakan salah satu gebrakan yang luar biasa yang dilakukan oleh PLN dan PT Adhikarya, dimana kali ini bersinergi untuk membangun negeri, PLN membantu raw material dengan FABA sebagai bahan additive untuk mortar beton dalam proyek pembuatan drainase jalan lintas provinsi Kalimantan Selatan, sebagai dukungan dalam pengembangan sarana transportasi,” tutup Dani. (aol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved