Kriminalitas Banjar

Telah 7 Bulan Buka Prostitusi Online di Kota Martapura, Pelaku Diberi Teguran Tertulis

Pelaku praktik prostitusi, berlangsung 7 bulan, terjaring razia Satpol PP di Desa Indrasari, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
SATPOL PP KABUPATEN BANJAR
Pengerebekan pelaku prostitusi online di Desa Indrasari, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (23/2/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pelaku praktik Prostitusi Online terjaring operasi Satpol PP Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, berinisial Z, usianya dibawah umur.

Bersama satu orang teman prianya, berinisial L, sudah diberikan teguran tertulis oleh penyidik Satpol PP Kabupaten Banjar.

"Untuk pelaku dan teman prianya, kami lakukan pembinaan, dengan membuat surat pernyataan," ujar Kasi Lidik Penegakan Produk Hukum Daerah pada Satpol PP Kabupaten Banjar, Rudy Ramadhan, saat  dikonfirmasi, Kamis (24/2/2022).

Surat peryataan itu berisi tidak mengulangi lagi perbuatan yang saama

Baca juga: Ada Siswa Terpapar Covid-19, 11 Sekolah di Kabupaten Banjar Laksanakan PJJ

Baca juga: Anggota DPRD Kalsel Persilakan Judicial Review Mengenai Ibu Kota Pindah Banjarbaru

"Apabila dikemudian hari kedapatan lagi melakukan pelanggran serupa, maka akan dilakukan proses hukum sesuai Perda Kabupaten Banjar Nomor 10 Tahun 2007 tentang Ketertiban Sosial," imbuhnya.

Kemudian, Rudy Ramadhan menjelaskan kronologi pengungkapan dugaan praktik prostitusi online ini  karena laporan masyarakat.

"Masyarakat resah, kami lakukan penelusuran dan pengerebekan," katanya.

Pasangan Z dan L tersebut tak berkutik saat digerebek anggota Satpol PP Kabupaten Banjar di rumah bedakan atau barak sewaan di Desa Indrasari, Kota Martapura, Rabu (23/2/2022). 

Baca juga: VIDEO Amankan 20 Motor Hasil Operasi Jaran Intan, Kabagops Polres Banjar Imbau Korban Cek Barbuk

Baca juga: 14 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 di Banjarmasin Terancam Kedaluwarsa, Sekda : Bukan karena Menumpuk

Pengakuan Z kepada penyidik, sudah 7 bulan ini melakukan aktivitas prostitusi online. Setiap hari hanya melayani satu tamu dengan tarif Rp 800 ribu.

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved