PT PLN Persero UPDK Palangkaraya

PT PLN (Persero) melaksanakan GEMBA Care For Asset di PLTU Pulang Pisau

Di mulai pada pukul 14.00 WIB kegiatan “GEMBA” dilaksanakan secara daring dan live streaming di beberapa titik lokasi PLTU Pulang Pisau

Editor: Eka Dinayanti
PT PLN Persero UPDK Palangkaraya
PT PLN (Persero) melaksanakan Care For Asset dan Inventarisasi Instalasi Pemadam Kebakaran 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dalam rangka memastikan keandalan pembangkit berbahan bakar batubara dan penanganan potensi bahaya kebakaran di Area Bahan Bakar Batu Bara, PT PLN (Persero) melaksanakan Care For Asset dan Inventarisasi Instalasi Pemadam Kebakaran di salah satu unitnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau bersama PLN Regional Kalimantan dan PLN UIKL Kalimantan (18/02/2022).

Di mulai pada pukul 14.00 WIB kegiatan “GEMBA” dilaksanakan secara daring dan live streaming di beberapa titik lokasi PLTU Pulang Pisau antara lain Area Jetty, Area Coal Yard, Area Belt Conveyor, Area Crushher, Area Tripper Gallery, Area Bunker, Central Control Room dan Fire Pump House. Dipimpin langsung oleh Manager PLN UPDK Palangkaraya, Heni Setyo Handoko sekaligus moderator dan di hadiri oleh Executive Vice President Pembangkitan dan EBT Regional Kalimantan Bp. Bambang Iswanto dan GM UIKL Kalimantan, Bp. Daniel Eliawardhana.

PT PLN (Persero) melaksanakan Care For Asset dan Inventarisasi Instalasi Pemadam Kebakaran1
PT PLN (Persero) melaksanakan Care For Asset dan Inventarisasi Instalasi
Pemadam Kebakaran (PT PLN Persero UPDK Palangkaraya)

Dalam pembukaan acara tersebut Manager PLN UPDK Palangkaraya beserta jajarannya menjelaskan kondisi Fire Protection System PLTU Pulang Pisau.

Mengingat adanya potensi self combustion pada batubara, Bp. Heni Setyo Handoko telah melakukan beberapa terobosan untuk mengantisipasi self combustion, antara lain: memastikan bahwa system Hydrant dapat menjangkau semua area PLTU, memastikan kinerja fire pump dalam kondisi stand by automatis, memiliki tim tanggap darurat yang siaga dan berkompeten menangani kondisi darurat baik di jam kerja normal maupun di luar jam kerja normal, memiliki SOP/IK/Pre Incident Plan darurat kebakaran.

PT PLN (Persero) melaksanakan Care For Asset dan Inventarisasi Instalasi Pemadam Kebakaran
PT PLN (Persero) melaksanakan Care For Asset dan Inventarisasi Instalasi Pemadam
Kebakaran (PT PLN Persero UPDK Palangkaraya)

Memasuki acara inti, jajaran manajemen PT PLN (Persero) langsung mengecek kondisi unit dan kesiapan instalasi pemadam kebakaran di setiap bagian PLTU Pulang Pisau melalui live zoom, antara lain ketersediaan alat pemadam kebakaran area jetty dan belt conveyor, ketersedian peralatan hydrant di Transfer Tower dan Coal Yard, Kesesuaian Letak APAR dan Fire Alarm System di area Tripper Gallery, Bunker dan Coal Feeder.

Executive Vice President Pembangkitan dan EBT, Bp. Bambang Iswanto menyampaikan bahwa pentingnya pengelolaan bahan bakar yang aman dan efisien pada PLTU, karena PLTU di wilayah Kalimantan merupakan pembangkit utama dalam menopang sistem kelistrikan Kalimantan, sehingga sarana dan prasarana peralatan pemadam kebakaran harus memadai dan dipastikan berfungsi secara normal, sehingga ketika menghadapi kondisi darurat semua tim tanggap darurat dapat menangani dengan cepat.

PT PLN (Persero) melaksanakan Care For Asset dan Inventarisasi Instalasi Pemadam Kebakaran
PT PLN (Persero) melaksanakan Care For Asset dan Inventarisasi Instalasi Pemadam
Kebakaran (PT PLN Persero UPDK Palangkaraya)

Selain itu GM UIKL Kalimantan, Bp. Daniel Eliawardhana menambahkan bahwa faktor keselamatan harus menjadi fokus utama dalam PLN melaksanakan proses bisnisnya di bidang Pembangkit Listrik.

Keselamatan personel dan peralatan menjadi aset penting perusahaan yang harus diperhatikan. Dalam mengoperasikan PLTU Batubara, budaya 5S/5R di area coal handling dan beberapa lokasi lainnya juga harus ditanamkan semua pegawai sehingga tidak akan menimbulkan nearmiss, unsafe condition dan unsafe action dalam melaksanakan pekerjaan.

Di akhir acara PLN UPDK Palangkaraya menyampaikan bahwa akan menjalankan proses bisnis Ketenagalistrikan sesuai norma K3 dan Keselamatan Ketenagalistrikan dengan memperkuat budaya K3, disiplin eksekusi K3, Safety Leadership serta memastikan sumber daya untuk mewujudkan Zero Accident yang berkelanjutan. (aol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved