Berita HST

Jembatan Darurat Rusak Lagi di Desa Alat Kabupaten HST, Warga Gotong Royong ke-14 Kali

Warga gotong royong untuk yang ke-14 kali perbaiki jembatan di Desa Alat RT 02, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Jembatan darurat putus di bagian tengah, akibat terjangan arus sungai di Desa Alat RT 02, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (26/2/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Rusak untuk kali ke-13, jembatan darurat di Desa Alat RT 02, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, akibat arus sungai.

Karena itu, warga berencana melakukan perbaikan lagi secara swadaya. Perbaikan dilaksanakan secara gotong royong ini adalah untuk ke-14 kalinya, dengan dana swadaya masyarakat.

Penuturan Syaifullah, warga Desa Alat, kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (26/2/2022), warga kembali bergotong royong memperbaiki bagian tengah jembatan yang patah.

Dia jelaskan, ketinggian air sungai pada 16 Februari 2022 cukup tinggi, sehingga jembatan yang terbuat dari kayu tersebut tak kuat menahan arus.

"Khususnya di bagian tengah jembatan. Padahal, sudah ditinggikan,” kata Syaifullah

Baca juga: Butuh Rp 9 Miliar Bikin Penimbunan Sampah Baru, Pemkab HST Minta Dukungan Pemerintah Pusat

Baca juga: Korban Tewas di Pasar Sentra Antasari Kota Banjarmasin Ternyata Seorang Pengamen

Diketahui, kerusakan untuk kali ke-13 pada jembatan darurat tersebut pada bagian tengah. Arus deras sungai tidak sampai merusak fondasinnya yang berkonstruksi dari batu kali.

Menurut Syaifullah, pembangunan jembatan darurat dilakukan secara manual. Mulai mengangkut batu kali yang besar-besar, hingga mengangkat batang kelapa, dilakukan menggunakan tenaga manusia.

“Makannya, tidak bisa membangun lebih tinggi seperti jembatan permanen sebelumnya. Karena, sulit bagi kami mengangkat batang pohon kelapa,” katanya.

Mengenai usul pembangunan jembatan permanen, menurut Syaifullah, Bupati HST H Aulia Oktafiandi pernah meninjaunya bersama Dinas PUPR, saat masyarakat membangun jembatan untuk ke-13 kalinya.

Saat itu,dijelaskan, jembatan permanen akan dibangun di Desa Alat. Namun, dibangunnya di titik lokasi baru, yaitu sekitar 200 meter dari RT 02

Baca juga: Masyarakat Aluan Besar dan Mandingin HST Sepakat Lepas Lahan untuk Kolam Pengendali Banjir

Baca juga: Pengelola Feri Batulicin-Tanjung Serdang Kalsel Segera Terapkan E-Ticketing

Alasan tak bisa dibangun di lokasi jembatan darurat tersebut, karena kondisi tanah di pinggir jalan yang rawan longsor.

“Padahal, lebih diperlukan di RT 02 ini karena lebih dekat ke masjid yang ada di Alat Seberang,” imbuh Syaifullah.

Ditambahkan, sekitar 100 meter dari RT 02 juga ada jembatan gantung perintis yang dibangun relawan dari Vertical Resceu. Hanya saja, kapasitasnya terbatas, maksimal 3 orang saat melintas.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved