Berita Banjarmasin

Kini 3 Bulan Pasca Suntik Dosis Kedua Sudah Bisa Boster, Dinkes Sebut Sudah Berjalan di Banjarmasin

Vaksin Booster kini tidak lagi harus menunggu 6 bulan pascadosis kedua. Kebijakan ini, sudah berjalan di Banjarmasin

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Warga binaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin menjalani vaksinasi booster belum lama tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) membuat kebijakan baru terkait dengan pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster Covid-19.

Jika sebelumnya pelaksanaan booster ditentukan minimal di atas enam bulan dari vaksin dosis pertama, maka sekarang minimal di atas tiga bulan saja.

Kebijakan ini dituangkan dalam surat nomor SR.02.06/II/1180/2022 perihal penyesuaian pelaksanaan vaksinasi booster bagi masyarakat umum.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, dr Hj Bandiyah Ma'rifah pun membenarkan adanya kebijakan baru ini.

Baca juga: Beberapa Pegawai Terpapar Covid-19, Jajaran Kejari Tapin Kalsel Terima Vaksin Booster

Baca juga: Warga Binaan Lapas Banjarmasin Jalani Suntik Vaksin Booster

Baca juga: Booster Imun dengan Probiotik Alami, dr Zaidul Akbar Bagikan Resep Minuman Fermentasi

Bahkan dr Bandiyah menerangkan bahwa kebijakan ini sudah berjalan di Banjarmasin, termasuk di puskesmas-puskesmas.

"Di Banjarmasin sudah berjalan, bahkan sebelum kebijakan itu ada. Karena kita sudah mendengar adanya wacana itu juga," ujarnya, Senin (28/2/2022).

Dijelaskan oleh dr Bandiyah, memang untuk saat ini yang menjadi kendala adalah tiket vaksin booster di aplikasi baru tersedia untuk yang sudah di atas enam bulan.

Meskipun demikian, pelayanan bagi masyarakat Banjarmasin yang ingin mendapatkan booster tetap dilayani khususnya secara manual.

"Tetap dilayani, dan teman-teman di puskesmas pun kita arahkan tetap melayani secara manual. Asalkan sudah di atas tiga bulan," katanya.

Ditambahkan juga oleh dr Bandiyah, sosialisasi terkait kebijakan baru ini pun sudah dijalankan di berbagai kesempatan, termasuk melalui media sosial.

"Kita sudah sosialisasikan dengan membuat flyer di instagram, dan puskesmas-puskesmas juga sudah ikut mensosialisasikannya," jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banjarmasin, Ikhsan Budiman menerangkan berbagai strategi untuk menggenjot vaksinasi termasuk booster ini terus dilakukan.

"Kemarin kita sudah melaksanakan vaksinasi booster untuk ASN dan non ASN di Pemko Banjarmasin. Ini tujuannya untuk menggencarkan vaksinasi booster tersebut," katanya.

Ditambahkannya berbagai upaya lain juga sudah dilakukan, termasuk dengan menggandeng berbagai instansi seperti TNI, Polri hingga Lapas Kelas IIA Banjarmasin.

"Kita menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat capaian vaksinasi booster, misalnya kemarin juga melaksanakan di Lapas. Di samping kita juga rutin memberikan layanan booster di puskesmas dan juga membuka gerai-gerai tertentu," tutupnya.

Baca juga: Warga Binaan Lapas Banjarmasin Jalani Suntik Vaksin Booster

Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh Dinkes Banjarmasin yakni pada Minggu (27/2/2022) capaian vaksinasi untuk lansia yakni 51,02 persen (dosis 1), 39,05 persen (dosis 2) dan 7,55 persen (dosis 3).

Kemudian untuk masyarakat umum 71,64 persen (dosis 1), 51,69 persen (dosis 2) dan 5,80 persen (dosis 3). Sedangkan untuk vaksin anak sebesar 25,75 persen (dosis 1) dan 4,07 persen (dosis 2).(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved