Lifestyle

Luncurkan Album Banjar, Kawang Yudha Siap Dendangkan 17 Lagu

Kawang Yudha, siap dendangkan 17 lagu Banjar saat menggelar peluncuran album Lagu Banjar sekaligus Reuni 37 tahun BMA Models pada Minggu 6 maret 2022

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
istimewa
Kawang Yudha, perancang busana sekaligus penyanyi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perancang busana sekaligus penyanyi Kawang Yudha, siap dendangkan 17 lagu Banjar saat menggelar peluncuran album Lagu Banjar sekaligus Reuni 37 tahun BMA Models pada Minggu 6 maret 2022.

Acara berlangsung Semi Grande di Convention Hall Hotel Banjarmasin Internasional.

Rencaba yang me-launching album tersebut adalah H Gusti Rusdi Effendy AR, Pimpinan Umum Banjarmasin Post serta Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin dan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

"Mudahan semua acara berjalan lancar," ujar Kawang, seraya mengatakan, lagu-lagu Banjar itu era tahun 50, 60, 70, 80-an yang  penciptanya banyak sudah  almarhum.

Baca juga: Penyanyi Asal Gambut Kabupaten Banjar Ini Dendangkan Lagu Banjar Versi Dangdut

Baca juga: VIDEO Asyiknya Fashion Show Diiringi Lagu Banjar di Rumah Alam Sungai Andai Banjarmasin

Harapannya, lagu-lagu tersebut menjadi pengobat rindu masa lalu bagi yang menjalani masa muda di zaman tersebut dan bagi adik-adik zaman milenial bisa lebih mengenal keberadaan lagu Banjar era tersebut.

"Tapi karya pencipta tahun 90-an sampai  2000-an juga kami usung, jadi ada lintas generasi dalam album saya. Ada satu lagu karya Almarhun Abah Anang Ardiansyah yang benar-benar true story bekiau, judulnya Di Hunjuran Mahakam.  Ada sekitar tujuh lagu beliau yang lain dan sebelas lagu dari sembilan pencipta," papar Kawang.

Jadi lagu abah Anang yang berdasar kisah nyata beliau masa kecil itu hanya dikasihkan kepada Kawang, artinya belum pernah dinyanyikan orang lain. Alasannya menurut almarhum saat itu lagunya sangat pas dengan katakter vocal Kawang.

Lagu itu diciptakan tahun 60-an saat Anang Ardiansyah di Kota Malang. Syair dan not angkanya ditulis di buku tulis merek Letjes Bentoel Malang. Buku tersebut berisi 109 lagu karya beliau. Namun buku yang disimpan oleh Kawang itu hangus saat musibah kebarakan melanda rumah dan salon punya Kawang di Jl Pulau Laut, Banjarmasin.

Lagu yang awalnya not angka kemudian dialihkan menjadi not balok oleh salah seorang guru vokal Kawang yaitu almarhum BG Soebagio.

"Saya sedih abah Anang tidak sempat mendengarkan saya menyanyikan dalam sebuah album," ujar Kawang.

Adapun 17 lagu direkam semasa Pandemi ini tepatnya setahun yang lalu. Pencipta lagu paling muda di album itu Rudy Nugraha Bahtiar Sanderta yang namanya dijadikan nama gedung di Taman Budaya (sebab dia adalah mantan Kepala Takan Budaya).

Baca juga: Rumah Alam Sungai Andai Banjarmasin, Satukan Kuliner, Fashion dan Lagu Banjar

Baca juga: Nyanyikan Kasih Putus di Luhuk Badangsanak, Penyanyi Lagu Banjar ini Dapat Pengalaman Mistis

"Lagunya berjudul Suluh Kuitan, berisi pesan moral supaya tetap Istiqomah menjalani shalat sebagai jalan menuju surganya Allah SWT," tandasnya.

Acara peluncuram itu juga sekaligus Reuni BMA Models yang pesertanya adalah angkatan 1983 alias sekarang sudah punya cucu hingga model angkatan tahun 2020.  (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved