Ekonomi dan Bisnis

Pemilik Rumah Makan Siap Saji di Kabupaten Tapin Keluhkan Harga LPG Naik Terus

Pemilik rumah makan di Kabupaten Tapin keluhkan harga LPG naik, tabung 12 kilogram Rp 220 ribu, sedangkan tabung 5,5 kilogram menjadi Rp 110 ribu.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE
Operasi pasar LPG 3 kilogram di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Harga gas elpiji di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mengalami kenaikan yang cukup signifikan, Senin (1/3/2022).

Kenaikan harga gas elpiji ini turut dikeluhkan masyarakat, khususnya para pemilik rumah makan siap saji.

Seorang pemilik rumah makan, Rahmawati, mengatakan, harga gas sekarang naik lagi. Untuk tabung 12 kilogram menjadi Rp 220 ribu, sedangkan tabung 5,5 kilogram menjadi Rp 110 ribu.

"Harga gas terus naik. Bulan kemarin beli gas elpiji 5,5 kilogram harga masih Rp 80 ribu. Sesudah itu naik jadi Rp 95 ribu dan saat ini naik lagi menjadi Rp 110 ribu," jelasnya.

Baca juga: Tidak Ada Vaksin Kedaluwarsa di Tapin, Dinkes Sebut : Semua Habis Terpakai dan Saat Ini Stok Kosong

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 10 Daerah di Kalimantan Selatan Masuk PPKM Level 3

Baca juga: Kecamatan Jaro Kalsel Berbatasan Langsung dengan Kabupaten Paser Kaltim yang Alami Gempa

Baca juga: Pelayanan Terapi Anak Berkebutuhan Khusus RSUD Ulin Banjarmasin Setop Sementara Waktu

Rahmawati mengatakan dengan kenaikan harga ini, pihaknya sudah berniat untuk membeli gas subsidi.

"Karena untuk kami yang berjualan, makanan siap saji, gas adalah yang utama. Tidak mungkin masak pakai kayu bakar," Jelasnya.

Ia juga mengatakan selain itu namanya berjualan makanan siap saji, prosesnya harus cepat sehingga mau tidak mau harus menggunakan gas.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved