HSU Mantap

Plt Bupati HSU Husairi Abdi Beri Semangat ke Peserta KKN Ponpes Rakha Amuntai

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Husairi Abdi, melepas 252 mahasiswa STAI Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai yang menjalani pogram KKN

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
PEMKAB HSU
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Husairi Abdi, melepas 252 mahasiswa STAI Rasyidiyah Khalidiyah Rakha) di Kota Amuntai yang akan menjalani program KKN, Rabu (2/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sebanyak 252 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai angkatan XXIII mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Keberangkatan mereka ke lokasi pengabdian, dilepas Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H Husairi Abdi, Lc.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Pusat Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah di Kota Amuntai, Kabupaten HSU, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (2/3/2022).

"Kuliah Kerja Nyata atau KKN merupakan upaya pengembangan keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa yang harus diaplikasikannya dalam kehidupan di tengah masyarakat," ujar Ketua STAI Rakha HSU, Helmiannor, MPdI,  dalam sambutannya

Pelaksanaan kegiatan KKN selama kurang lebih 2 bulan, terhitung dari tanggal 2 Maret-28 April 2022.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Husairi Abdi, dialog dengan mahasiswa STAI Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) di Kota Amuntai yang akan menjalani program KKN, Rabu (2/3/2022).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Husairi Abdi, dialog dengan mahasiswa STAI Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) di Kota Amuntai yang akan menjalani program KKN, Rabu (2/3/2022). (PEMKAB HSU)

Mereka disebarkan ke 27 desa di Kecamatan Babirik dan Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten HSU.

Jumlah peserta sebanyak 282 orang, yaitu dari Pendidikan Agama Islam (PAI) ada 182 orang, Ahwal Al Syakhsiyyah (AS) 76 orang dan Tadris Bahasa Inggris (TBI) 24 orang.

Dewan Pengurus Yayasan Ponpes Rakha Amuntai, Drs H Barkatullah Amin, MPdI, dalam sambutannya, mengatakan, KKN merupakan prasyarat untuk menyelesaikan perkuliahan di perguruan tinggi.

Sekaligus, merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama belajar dibangku perkuliahan untuk diaplikasikan ditengah masyarakat.

"KKN juga merupakan sarana pendewasaan bagi mahasiswa. Pendewasaan yang dimaksud adalah adanya perubahan terhadap pola pikir mahasiswa yang lebih dewasa yang penuh dengan ide yang inovatif dan reformatif," urianya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Husairi Abdi, bersama pengurus yayasan, pengasuh pondok pesantren, dosen serta 252 mahasiswa STAI Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) di Kota Amuntai yang menjalani program KKN, Rabu (2/3/2022).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Husairi Abdi, bersama pengurus yayasan, pengasuh pondok pesantren, dosen serta 252 mahasiswa STAI Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) di Kota Amuntai yang menjalani program KKN, Rabu (2/3/2022). (PEMKAB HSU)

Dalam hal ini, Ustaz Barkatullah berpesan yang paling utama untuk ditampilkan dengan masyarakat adalah Akhlaqul Karimah.

Sebaik-baik akhlaq dibawa orang, maka akan semakin mengerti bahwa inilah mahasiswa STAI, inilah calon-calon penerus ulama, inilah generasi yang akan meneruskan ajaran Nabi Muhammad SAW. 

"Diharapkan, mahasiswa jadi pioner untuk meneruskan dakwah Islam di tengah masyarakat dan menjadi pioner pendukung program pembangunan pemerintah, khususnya dalam situasi yang kini dihadapi, yaitu percepatan penanganan pandemi Covid-19" ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati HSU Husairi Abdi, menyampaikan, program KKN ini  dalam rangka melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. 

Hal tersebut penting dilakukan agar para mahasiswa dapat memiliki pengalaman di lapangan pada saat berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat.

Serta, mampu mendalami dan mengenali apa saja keperluan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan  berusaha untuk mencari solusinya.

"Terpenting adalah mampu menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat setempat dalam kehidupan sosial dan kehidupan keagamaan" pinta Plt Bupati HSU Husairi Abdi kepada para peserta program KKN. 

Dengan adanya mahasiswa KKN in juga, diharapkan nantinya membantu pelaksanaan pembangunan program-program pemerintah.  "Sebagaimana fungsi sebagai mahasiswa, yaitu agen perubahan," tandasnya. (AOL/*

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved