Berita Banjarmasin

Punya Relawan Bencana,Tim Riset Prodi Geografi FKIP ULM Dorong Desa Lumbah Jadi Desa Tangguh Bencana

melalui kegiatan hibah riset desa ini, diharapkan Desa Sungai Lumbah bisa mempersiapkan diri untuk menjadi desa tangguh bencana.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
FKIP ULM
Kegiatan Program Riset Keilmuan, oleh Tim Riset Prodi Pendidikan Geografi, FKIP ULM di Desa Sungai Lumbah, Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tim Riset Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan hibah riset desa.

Kali ini terpusat di Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel.

Kegiatan riset desa ini dilaksanakan, dalam rangka pembentukan desa tangguh bencana di Desa Sungai Lumbah.

Menurut Deasy Arisanty sebagai tim periset, melalui kegiatan hibah riset desa ini, diharapkan Desa Sungai Lumbah bisa mempersiapkan diri untuk menjadi desa tangguh bencana.

Baca juga: Tingkatkan Desa Tangguh Bencana Batola, Prodi Geografi FKIP ULM Sosialisasi Riset Keilmuan

Baca juga: Mahasiswa Prodi Geografi FISIP ULM Paparkan Karakteristik Bentang Meratus Kalsel

"Kesiapan masyarakat yang tangguh, dan kesiapan sarana prasarana sangat diperlukan dalam membentuk desa tangguh bencana," katanya. Sabtu (5/3/2022).

Lanjut Deasy mengatakan bahwa kesiapan masyarakat dalam bencana sudah ada di desa ini, dengan sudah terbentuknya kelompok relawan bencana.

Meski demikian, menurutnya masyarakat masih perlu melakukan latihan, untuk menjadikan masyarakat tangguh bencana.

"Dana juga diperlukan untuk melengkapi perlengkapan dan pelatihan, yang dilakukan oleh masyarakat," jelasnya.

Lanjut Deasy juga mengatakan bahwa untuk menjadi desa tangguh bencana, maka perlu adanya perubahan paradigma masyarakat.

Bukan apa yang dapat ditolong, tetapi apa yang dapat dilakukan untuk menolong masyarakat lain.

Perubahan paradigma tersebut perlu kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat, yang bermukim di desa tersebut.

"Tentunya perlu kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat, tetapi jangan sampai hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah. Masyarakat diharapkan dapat saling membantu untuk mengatasi bencana," ujarnya.

Baca juga: Protes Angkutan Bau Bara, Warga Tutup Jalan Hauling di Kecamatan Salam Babaris Tapin

Baca juga: Narkoba Kalsel - Memiliki Sabu, Peempuan Muda di Tanbu Mendekam di Sel Polsek Simpangempat

Melalui kegiatan ini, diharapkan desa tangguh bencana akan dibentuk, meskipun perlu kegiatan lanjutan untuk melakukan pelatihan menghadapi bencana banjir di wilayah desa tersebut.

Sementara itu Plt Kalak BPBD Kabupaten Batola, Irmansyah menyatakan bahwa desa tangguh bencana sudah terbentuk di Kabupaten Barito Kuala.

Berdasarkan pada kerawanan suatu wilayah, terhadap bencana dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.

"Desa Sungai Lumbah masih belum terbentuk, tetapi diharapkan dengan penyiapan dan pelatihan kepada relawan, desa ini dapat direkomendasikan sebagai desa tangguh bencana," harapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan atas pendanaan dari LPDP dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved