Kriminalitas HSS

Berkasnya Dilimpah ke Kejaksaan,  Kasus Pencabulan Guru Ngaji di HSS Kalsel Siap Disidangkan

Kasus pencabulan yang melibatkan seorang oknum guru ngaji SA (45) di Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bakal disidangkan

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
Kejari HSS untukBPost
SA (45) guru ngaji di HSS yang menjadi tersangka kasus pencabulan saat kasusnya dilimpahkan ke Kejari HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN – Kasus pencabulan yang melibatkan seorang oknum guru ngaji di Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bakal disidangkan.

Bahkan, kasus ini sudah dilimpahkan dari Polres Hulu Sungai Selatan kepada Kejari HSS pada Selasa (8/3/2022).

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Selatan, Hanis Aristya Hermawan mengatakan kasus pencabulan oleh oknum guru ngaji berinsial SA (45)  sudah masuk tahap II. Rencananya, persidangan satu pekan setelah pelimpahan.

Tersangka SA dijerat dengan pasal Bahwa perbuatan Tersangka diatur dan diancam pidana Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Untuk persidangan rencananya juga akan dijaga ketat. Hal ini menghindari adanya amukan warga terhadap tindakan SA.

Baca juga: Pencabulan di Kalsel : Gerayangi Tubuh Gadis 14 Tahun Saat Ritual, Guru Ngaji di HSS Jadi Tersangka

Baca juga: Jadi Tersangka Pencabulan Gadis 14 Tahun, Guru Ngaji di HSS Ini Terancam 15 Tahun Penjara 

Apalagi, kasus SA ini terkuak pada Januari lalu. Korban melaporkan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh tersangka. Parahnya korbannya tak hanya satu, diantara korbannya diduga ada yang masih dibawah umur.

Sebenarnya kejadian pencabulan ini terjadi pada November tahun 2021 lalu. Korban yakni JM (14).

Kejadian ini berawal dari orangtua korban BS yang meminta agar anaknya JM diruqyah oleh SA

Tersangka tak langsung meiyakan kegiatan ruqyah tersebut. Beberapa saat kemudian lalu tersangka menghubungi korban untuk di ruqyah.

Sebenarnya, JM merupakan relawan dari majelis yang dipimpin oleh tersangka.

Sesampainya di rumah tersangka, korban dan teman-teman relawan sempat duduk sambil  menunggu relawan yang lainnya. Apalagi saat ini ada rencana untuk meminta sumbangan untuk majelis tersebut.

Saat rombongan hendak berangkat, korban diminta tinggal oleh tersangka dan diiyakan oleh korban dan korban tidak ikut bersama rombongan meminta sumbangan.

Setelah rombongan relawan meninggalkan rumah tersebut, korban pun melaksanakan pengobatan ruqyah bersama tersangka. Prosesnya 30 menit.

Setelah selesai, korban beristirahat dan duduk selama 5 menit. Kemudian, setelah itu tersangka mengatakan kegiatan mandi-mandi, korban dan tersangka bersama-sama ke kamar mandi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved