Kriminalitas HSS

Berkasnya Dilimpah ke Kejaksaan,  Kasus Pencabulan Guru Ngaji di HSS Kalsel Siap Disidangkan

Kasus pencabulan yang melibatkan seorang oknum guru ngaji SA (45) di Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bakal disidangkan

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
Kejari HSS untukBPost
SA (45) guru ngaji di HSS yang menjadi tersangka kasus pencabulan saat kasusnya dilimpahkan ke Kejari HSS. 

Sebelum mandi, tersangka memberikan sarung basah kepada korban. Korban pun mengganti pakaiannya dengan sarung basah tersebut.

Korban diminta tersangka untuk duduk. Korban melihat tersangka membawa gawai.

Tersangka meminta korban untuk duduk dan meluruskan tangan serta meminta korban untuk menutup matanya dengan posisi korban dan tersangka berhadap-hadapan.

Setelah itu,korban disuruh untuk mengucapkan niat didalam hati dan terdakwa berkata kembali “Amun bebuka mata, beasa pulang mandi (kalau mata dibuka, mandinya diulang lagi, red),” ujar tersangka kepada korban.

Tersangka lalu menyiram korban menggunakan gayung sebanyak tiga kali. Lalu tersangka memegang sarung yang korban kenakan tepat di bagian dadanya dan membuka sarung tersebut sampai ke pinggang hingga bagian dada, payudara dan punggung anak korban terlihat.

Pada saat itu korban merapatkan kedua lengannya dengan niat agar payudara tidak terbuka dan terlihat. Setelah itu tersangka kembali menyiram badan korban dari kepala dan berkata digosok-gosok.

Korban menggosok bagian dada dan lengan menggunakan tangan kanan sambil menutupi payudara. Setelah selesai menggosok badan, korban mengembalikan posisi tangannya sambil merapatkan kembali kedua lengannya.

Namun pada saat itu tersangka mengatakan buka, sambil memegang lengan korban. Kemudian tersangka menggosok dada korban dan bagian payudaranya sebelah kanan dan kiri hingga sampai ke bawah ketiak sebelah kanan dan kiri.

Korban merasa terkejut namun tidak kuasa untuk melawan. Setelah itu tersangka kembali menyiram badan korban beberapa kali dari kepala sambil menutup mata korban menggunakan tangannya. Setelah itu melepas tangannya dari mata korban dan kembali menyiram korban beberapa kali.

Baca juga: Guru Ngaji Selingkuhi Istri Tetangga Lalu Bunuh Suami, Ngaku Dendam Anak Dilecehkan Anak Korban

Kemudian tersangka meminta korban untuk mengganti pakaian. Karena takut, korban pergi ke rumah neneknya yang bersebelahan dengan rumah tersangka.

Sebelum berpamitan dan pergi, korban juga diminta untuk tinggal di rumahnya untuk menemani istrinya.

Bahwa barang bukti yang telah disita dalam kasus tersebut diantaranya, satu lembar baju lengan panjang warna biru, satu lembar rok warna hitam, satu gayung warna hijau bergambar kelinci warna merah muda, satu bangku plastik kecil warna abu-abu, satu ember warna hitam, serta satu lembar sarung bermotif warna hitam. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved