Berita Banjarmasin

Dugaan Korupsi Kredit Perbankan, Pimpinan Cabang dan Sales Diperiksa Penyidik Kejati Kalsel

penyidik Kejakti Kalsel mendapati sejumlah modus operandi yang disebut merugikan keuangan negara mencapai Rp 5,9 miliar lebih.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kasi Penkum Kejati Kalsel, Romadu Novelino 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) atas kasus dugaan korupsi kecurangan kredit di salah satu kantor cabang bank BUMN di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus bergulir.

Terkini, ada 3 saksi yang diperiksa dan dimintai keterangannya oleh penyidik Kejaksaan.

"Tambahan 3 saksi sudah diperiksa, inisial S, SHS dan DP," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalsel, Romadu Novelino, Rabu (9/3/2022).

Keterangan dari ketiganya digali untuk mencari fakta-fakta hukum tentang dugaan tindak pidana korupsi yang mungkin mereka lihat, dengar atau alami sendiri.

Dimana saksi berinisial S merupakan Pimpinan Cabang kantor bank tersebut, SHS selaku Pimpinan Cabang saat ini dan DP selaku staf promosi.

Baca juga: Penyidikan Kasus Korupsi di Batola, Auditor hingga Customer Service Diperiksa Penyidik Kejati Kalsel

Baca juga: Kejari Tanahlaut Eksekusi Terdakwa Korupsi RSHB ke Rutan Pelaihari, 1 Terpidana Ditunda Karena Ini

Dengan tambahan tersebut, setidaknya sudah ada 7 saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan.

Sebelumnya, saksi berinisial TB dan RF selaku auditor internal wilayah pada bank BUMN tersebut, AA selaku administrasi kredit dan PBP selaku customer service juga sudah diperiksa.

Dalam kasus ini, penyidik Kejaksaan mendapati sejumlah modus operandi yang disebut merugikan keuangan negara mencapai Rp 5,9 miliar lebih.

Baca juga: Makmur Jaya Abadi Semoga Desa Ayunan Papan Wakili Tapin ke Lomba BUMDes Kalsel

"Ada tompengan pada pemberian kredit menggunakan data yang direkayasa. Pemberian kredit kepada debitur kantor cabang Marabahan melalui perantara dengan menggunakan legalitas usaha dan data pribadi fiktif," kata Novel.

Dugaan praktik curang itu diduga dilakukan pada sejumlah produk kredit termasuk pada kredit investasi dan kredit refinancing di Tahun 2021 lalu.

( Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved