Berita Kesehatan

Hari Obesitas Sedunia - Nutrifood dan Kemenkes Ajak Anak Muda Lakukan Ini

Program Festival Komunitas #BeatObesity 2022 merupakan komitmen Nutrifood untuk mendukung gerakan global lawan obesitas

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Eka Dinayanti
Istimewa/Nutrifood
Program Festival Komunitas #BeatObesity 2022. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memperingati Hari Obesitas Sedunia 4 Maret 2022, Nutrifood bersama Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, mengajak anak muda mencegah dan melawan obesitas sejak dini melalui Festival Komunitas #BeatObesity 2022.

Program Festival Komunitas #BeatObesity 2022 merupakan komitmen Nutrifood untuk mendukung gerakan global lawan obesitas bertema Everybody Needs to Act dalam rangka Hari Obesitas Sedunia.

dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan RI mengatakan, masyarakat kelompok usia dewasa muda berpotensi mengalami obesitas karena terjadinya perubahan aktivitas fisik dan meningkatnya konsumsi makanan tinggi kalori dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi.

"Obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi juga merupakan faktor komorbid COVID-19, yang dapat meningkatkan risiko tingkat keparahan dan kematian saat positif terpapar COVID-19. Maka dari itu, penting menjaga pola makan sehat dan perhatikan asupan gula, rutin beraktivitas fisik, lakukan deteksi dini sejak usia dewasa muda untuk investasi kesehatan jangka panjang dan berkualitas," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Beri Pelayanan Prima ke Masyarakat, Polresta Banjarmasin Diganjar Penghargaan

Baca juga: 35 Tahun Bina Pengajian Ki Hajar Dewantara, H Gusti Mahfudz Dapat Penghargaan dari Pemko Banjarmasin

dr. Marya Haryono, MGizi, SpGK, FINEM, Dokter Spesialis Gizi Klinis menjelaskan, obesitas dapat dicegah saat masih muda dengan mengatur keseimbangan energi dalam tubuh.

Sebagai upaya untuk mengetahui asupan gula, garam, dan lemak dari pangan olahan kemasan, masyarakat diajak untuk lebih cermat dalam membaca label gizi kemasan pangan olahan yang dikonsumsi.

Masyarakat harus selalu memperhatikan empat informasi nilai gizi dalam label kemasan, yaitu jumlah sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi (lemak, lemak jenuh, protein, karbohidrat (termasuk gula)) dan persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi) per sajian.

Anisyah, S.Si., Apt., MP., Direktur Standardisasi Pangan Olahan Badan POM RI mengatakan, idealnya, dalam sehari masyarakat dapat mengonsumsi gula tidak lebih dari 50 gram (setara 4 sendok makan), garam tidak lebih dari 5 gram (setara 1 sendok teh), dan lemak tidak lebih dari 67 gram (setara 5 sendok makan).

Baca juga: Makin Mudah, Kini Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bisa Lewat Agen BRILink

Dengan selalu cermat membaca label kemasan dan menjadikannya sebagai kebiasaan, maka masyarakat akan lebih cerdas untuk memilah zat gizi apa yang harus dipenuhi dan yang harus dibatasi agar terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya obesitas.

Susana, S.T.P., M.Sc., PD.Eng., Head of Strategic Marketing Nutrifood mengatakan, selama lebih dari 43 tahun, Nutrifood berkomitmen dalam mengedukasi dan menginspirasi tenaga kesehatan, komunitas, media, dan masyarakat melalui kampanye Cermati Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (#BatasiGGL) serta Baca Label Kemasan.

Marcellino Indrawan, The New L-Men of The Year 2021 sekaligus Health Influencer mengatakan, pengetahuan yang tepat dan disiplin diri merupakan kunci untuk membangun konsistensi gaya hidup sehat dan melawan risiko obesitas sejak muda.

( Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved