Lokal Bercerita

Dikenal dengan Raja Ampatnya Kalsel, Wisata Matang Kaladan Masuk dalam TOP 15 Wisata Prioritas

Wisata Bukit Matang Kaladan di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel top 15 wisata prioritas

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto
Deretan pulau-pulau kecil di tengah Waduk Riam Kanan tampak indah dilihat dari Bukit Matang Kaladan, Minggu (6/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Wisata Bukit Matang Kaladan di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memang menjadi prioritas wisata yang dikembangkan Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Harris Rifani.

Salah satu alasannya, wisata Matang Kaladan masuk dalam TOP 15 wisata yang diprioritaskan di Kabupaten Banjar berdasarkan dari keunikan, daya tariknya dan jumlah  kunjungan wisatawan.

Untuk pengelolaan wisata Raja Ampatnya Kalsel itu diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Baca juga: Serunya Pengalaman Tukang Ojek Wisata Matang Kaladan Kalsel, Hakim Pernah Bonceng Bule Belanda

Baca juga: Terinspirasi Matang Kaladan, Wisata Baru Alimpung Island Hadir di Tiwingan Lama Kalsel

Baca juga: Bangkitnya Wisata Matang Kaladan, Raja Ampatnya Kalsel

Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar tidak menarik retribusi dari pengelolaan wisata tersebut.

Adapun banyaknya perputaran uang di objek wisata itu tergantung pada banyaknya wisatawan yang datang pada hari libur atau weekend.

Saat ini Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar sudah membentuk 21 Pokdarwis di objek-objek wisata di Kabupaten Banjar.

Tugasnya sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan hingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat di sekitar objek wisata.

Sementara bantuan dari dinas, adalah pembangunan dan pengembangan sarana serta peningkatan kapasitas SDM pariwisata. Selain itu juga dilakukan Sosialisasi Gebrak Pariwisata yakni Gerakan Bersama Memviralkan Pariwisata, melalui media sosial.

Papan nama raksasa bertulisan Matang Kaladan dilihat dari ketinggian, di Desa Wisata Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Minggu (6/3/2022).
Papan nama raksasa bertulisan Matang Kaladan dilihat dari ketinggian, di Desa Wisata Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Minggu (6/3/2022). (Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto)

Caranya menggaet anak muda yang senang bermedia sosial untuk memviralkan destinasi wisata
Kabupaten Banjar.

Baca juga: Matang Kaladan Pernah Masuk Nominasi Unggulan Lomba Membangun Desa Wisata Nusantara

Ada pula pelatihan ekonomi kreatif, untuk meningkatkan nilai jual produk, menciptakan produk-produk inovatif yang bersaing serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD).

Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar juga mengadakan pemilihan Nanang Galuh sebagai Duta Wisata dalam mempromosikan wisata di Kabupaten Banjar serta mengikuti beberapa
event pameran. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved