Lokal Bercerita

Serunya Pengalaman Tukang Ojek Wisata Matang Kaladan Kalsel, Hakim Pernah Bonceng Bule Belanda

Abdul Hakim adalah salah satu tukang ojek di wisata Matang Kaladan Kalsel. Tak hanya wisatawan lokal, bule Belanda pun pernah memanfaatkan jasanya

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto
Abdul Hakim (kaus biru) tukang ojek di Bukit Matang Kaladan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Menjadi tukang ojek di objek wisata Matang Kaladan  Kalsel tak pernah terkira bagi Abdul Hakim.

Ia yang sebelumnya sehari-hari menyadap karet kini justru menggantungkan hidupnya dengan menjadi tukang ojek Matang Kaladan.

Bapak dua anak ini kini sehari-hari menjadi tukang ojek di kawasan wisata Raja Ampatnya Kalsel itu. Tak hanya dirinya, istrinya juga mengais rejeki dari wisata yang sempat viral tersebut.

"Istri jualan di warung di tengah perjalanan mendaki bukit Matang Kaladan," ujar warga RT 01 Dewi Tilam ini.

Baca juga: Bangkitnya Wisata Matang Kaladan, Raja Ampatnya Kalsel

Baca juga: Terinspirasi Matang Kaladan, Wisata Baru Alimpung Island Hadir di Tiwingan Lama Kalsel

Baca juga: Pengunjung Wisata kalsel Matang Kaladan Merosot, Finalis Putri Pariwisata Kalsel Ingin Lakukan Ini

Penghasilan menjadi tukang ojek Matang Kaladan bagi Abdul Hakim cukup menjanjikan. Dalam sehari di masa Pandemi kini Hakim bisa mendapatkan paling sedikit Rp 60 ribu dengan tiga kali mengangkut penumpang.

"Kalau dulu bisa sampai Rp 300 ribu sehari," ujarnya.

Hakim kini tergabung dalam persatuan Ojek Matang Kaladan, bersama 35 rekan ojek lainnya. Kendati begitu Hakim juga masih menyadap karet.

"Kalau besar penghasilannya yang mana, ojek lah," imbuhnya.

Dari profesinya sebagai tukang ojek Matang Kaladan, Hakim juga sudah mendapatkan satu unit sepeda motor yang ia gunakan menjadi kendaraan ojek.

"Alhamdulillah sudah bisa beli satu motor dari ojek ini," katanya.

Menjadi tukang ojek Matang Kaladan sendiri bagi Hakim cukup seru. Selain mengantar pengunjung lokal, Hakim juga pernah mengantar pengunjung mancanegara.

"Pernah ada mengantar bule dari Belanda yang ingin melihat Matang Kaladan," ujarnya.

Pada saat viral berdasarkan perhitungan Pokdarwis, satu orang tukang ojek bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 2 juta per bulan.

Adapun tarif masuk ke area wisata ini cukup murah yakni Rp 10 ribu per orang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved