Lokal Bercerita

Kerajinan Purun Bantu Perekonomian Pengrajin di Kelurahan Palam Banjarbaru

Warga Kampung Purun Banjarbaru terbantu dan sejahtera dibandingkan sebelumnya yang hanya menganyam tikar dan ke sawah.

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Suasana di Galeri Al Firdaus di Kampung Purun, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Senin (13/3). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Perajin purun, Siti Mariana tidak pernah menyangka kerajinan purun membawa perubahan kehidupan ekonomi dirinya dan warga Kampung Purun atau Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka Banjarbaru, Kalimantan Selatan lainnya.

Sejak diadakannya program kampung unggulan di setiap kampung oleh mendiang Wali Kota Banjarbaru Periode 2016- 2020, Nadjmi Adhani, oleh Lurah Palam, Agus Adrian dinamakanlah kampungnya menjadi Kampung Purun.

Di Kampung Purun memang banyak terdapat tanaman purun yang tumbuh secara alami di rawa-rawa belakang rumah warga setempat.

Purun-purun itulah yang kemudian dimanfaatkan warga sekitar untuk membuat tikar dan bakul.

Awalnya hanya sebagai wadah untuk menjemur atau menyimpan hasil panen.

Namun setelah adanya pelatihan dari Badan Restorasi Gambut (BRG), mereka kini bisa membuat berbagai model anyaman dari purun.

"Dari sejak itulah perubahan terjadi dan penghasilannya semakin meningkat, dapat membantu penghasilan suami," ujarnya.

Tidak hanya kehidupannya, warga sekitar juga lebih terbantu dan sejahtera dibandingkan sebelumnya yang hanya menganyam tikar dan ke sawah.

Baca juga: Bisa Beli Motor hingga Kuliahkan Anak, Inilah Kisah Warga Kampung Purun Banjarbaru

Di bawah naungan Kelompok Kerajinan Purun Al Firdaus, sudah banyak produk kerajinan yang dihasilkan, di antaranya tas, tas map, dompet, sendal, topi dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, produk yang saat ini tengah banyak peminatnya yaitu tas gradasi motif bunga, tas sulam pita hingga tas untuk parsel.

Untuk harga tas gradasi dibandrol mulai Rp 80 ribu hingga Rp 150 ribu.

Produk-produk tersebut dipasarkan secara langsung dan juga secara online hingga sampai keluar daerah Provinsi Kalimantan Selatan, seperti Jakarta, Bali dan Semarang.

Untuk inovasi produk, pihaknya mendapatkan pembinaan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, selebihnya inovasi dari
permintaan pembeli.

Setelah bertahun-tahun menekuni kerajinan purun, dirinya mengakui, omzet yang dihasilkan lebih meningkat terlebih pemerintah turut membantu pemasaran produk yang dihasilkan pengrajin melalui pameran yang ikut ditampilkan hingga dijadikan souvenir setiap ada acara.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved