Ekonomi dan Bisnis

Bank Indonesia Sebut Kabupaten Tanbu, HSU dan Kotabaru Tergolong Kategori Pemkab Digital

Saat ini telah terbentuk 14 TP2DD, Bank Indonesia Perwakilan Kalsel sebut hanya 3 yang berkategori pemkab digital, yaitu Tanbu, HSU dan Kotabaru.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
ILUSTRASI - Satu kafe di Kota Banjarbaru menggunakan sistem QRIS, Selasa (8/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan ( KPw BI Kalsel) adakan pertemuan dengan pejabat pemerintah daerah se-Kalsel, (16/3/2022). 

Pokok pembahasannya, finalisasi rencana kerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah ( TP2DD).

Tujuannya, mendorong peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Provinsi Kalsel.

Deputi Kepala KPw BI Kalsel, Bimo Epyanto, saat membuka kegiatan, mengatakan, pembentukan TP2DD untuk mendorong peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah.

Baca juga: LPG 3 Kg di Sungai Lulut Kabupaten Banjar Rp 30 Ribu, Pengecer Sebut Menyesuaikan Harga

Baca juga: Kebohongan Indra Kenz Soal Kenalan Jenderal di KPK Akhirnya Terungkap, Sorot Video Lagu Antikorupsi

Saat ini telah terbentuk 14 TP2DD di Kalsel. Berdasarkan penilaian, 3 pemda tergolong kategori digital, yaitu kabupaten tanah bumbu (Tanbu), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Kotabaru

"Ketiga pemda tersebut sudah mendekati 100 persen dalam mengimplementasikan kanal pembayaran digital pada transaksi belanja pemda dan juga transaksi pendapatan daerah," urainya. 

Beberapa transaksi pendapatan yang telah mengimplementasikan kanal pembayaran digital adalah pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

Pembayarannya dapat menggunakan QRIS, e-commerce, Electronic Data Capture (EDC), teller bank. 

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin Restui Forkot Mengajukan Judicial Review Terkait Pemindahan Ibu Kota Kalsel

Baca juga: Baznas Kalsel Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun Ini di Kalimantan Selatan

"Sedangkan untuk 11 pemda lainnya tergolong dalam kategori maju yang secara bertahap terus meningkatkan implementasi kanal pembayaran digital," jelasnya. 

Dikatakan Bimo Epyanto, Bank Indonesia terus bersinergi bersama dengan pemda di seluruh wilayah Kalsel untuk menyukseskan TP2DD.

Hal ini untuk meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, perbaikan tata kelola dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah, sehingga pendapatan daerah lebih optimal.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved