Kriminalitas Batola

Dugaan Korupsi Kredit Bank di Kabupaten Barito Kuala, Kejati Kalsel Periksa 2 Saksi

Relationship Manager Pemrakarsa Kredit diperika Kejati Kalsel terkait dugaan korupsi kredit kepada nasabah fiktif di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Asisten Pidana Khsusu Kejaksaaan Tinggi Kalimantan Selatan (Aspidsus Kejati Kalsel), Dwianto Prihartono, dan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Novelino. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Trus berlanjut, dugaan korupsi pada salah satu kantor cabang bank berpelat merah di Kabupaten Barito Kuala ( Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kembali bertambah jumlah orang yang diperiksa sebagai saksi oleh penyidikan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan ( Kejati Kalsel) yang tengah menangani kasus tersebut, yakni HS dan MA. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalsel, Romadu Novelino, mengatakan, kedua saksi merupakan Relationship Manager Pemrakarsa Kredit. 

"Keduanya diperiksa sejak Rabu, 16 Maret 2022," kata Novel, Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Dugaan Korupsi pada Bank di Kabupaten Batola, Kejati Kalsel Panggil Pihak Dispencapil

Baca juga: Kunjungi Rutan Tanjung Tabalong, Kakanwil Kemenkum HAM Kalsel Lihat Blok Hunian Warga Binaan

Keterangan keduanya dijadikan sebagai tambahan informasi penting dalam pengumpulan fakta-fakta hukum dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kredit bank dengan nasabah yang fiktif. 

Lebih spesifik, terindikasi adanya tompengan pada pemberian kredit menggunakan data yang direkayasa.

Termasuk, pemberian kredit kepada debitur kantor cabang di Kota Marabahan, Kabupaten Batola,  melalui perantara dengan menggunakan legalitas usaha dan data pribadi fiktif.

Dari praktik curang itu, timbul kerugian negara ditaksir mencapai Rp 5,9 miliar.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan di Kabupaten Balangan Kembali Tinggi, Migor Curah Diburu

Baca juga: Malam Nisfu Syaban di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Ini Imbauan kepada Jemaah

Dengan diperiksanya HS dan MA, total sudah ada 12 orang yang dimintai keterangan oleh penyidik Kejati Kalsel

Sebelumnya, mantan pimpinan cabang bank, pimpinan cabang, customer service, administrator kredit, auditor wilayah dan yang lainnya telah diperiksa. 

Selain itu, pihak swasta hingga pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga telah dimintai keterangan.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved