Gua Batu Hapu di Tapin

Wisata Kalsel - Gua Batu Hapu Kabupaten Tapin Didatangi Para Peneliti

Wisata Kalsel. Tim dari Universitas Veteran Yogyakarta dan lainnya pernah meneliti Gua Batu Hapu yang berada di

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE
Wisata Kalsel. Bagian dalam Gua Batu Hapu di Desa Batu Hapu, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (17/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Wisata Kalsel. Selain wisatawan yang tidak henti-hentinya datang ke Gua Batu Hapu, para peneliti juga mendatanginya.

Gua tersebut berada di wilayah Desa Batu Hapu, berjarak sekitar 43 kilometer dari kota rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Penunggu Gua Batu Hapu, Sugianto, mengatakan, destinasi wisata ini sudah beberapa kali dilakukan penelitian. Seperti dari tim Geopark yang meneliti tentang proses bebatuan di sini.

“Sempat saya tanyakan, mereka menjawab bahwa air yang menetes ada kapurnya, jadi terbentuklah stalagtit dan stalagmit," jelasnya.

Ia juga mengatakan selain itu, ada juga dari Universitas Veteran Yogyakarta yang meneliti tentang umur bebatuan.

Baca juga: Wisata Kalsel - Banyak Didatangi Wisatawan, Simak Sejarah Gua Batu Hapu Kabupaten Tapin

Baca juga: Jadi Tetangga IKN Nusantara, Pendatang Akan Menyasar Banjarmasin dan Banjarbaru Kalsel

"Untuk nama Gua Batu Hapu, memang berasal dari bahasa Jawa karena di daerah sini kebanyakan warga transmigrasi.  Hapu artinya kapur," jelasnya 

Ia mengatakan warga transmigrasi masuk ke sini sekitar tahun 1975 dan diceritakan bahwa gua ini tertutup hutan.

“Tapi sejak saya pindah ke sini tahun 1997, Gua Batu Hapu sudah jadi objek wisata dan ramai dikunjungi,” ucapnya.

Kondisi bangunan sendiri dari awal tidak ada renovasi. Hanya pagar di depan saja yang dibuat beton. 

Baca juga: Dugaan Korupsi Kredit Bank di Kabupaten Barito Kuala, Kejati Kalsel Periksa 2 Saksi

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan di Kabupaten Balangan Kembali Tinggi, Migor Curah Diburu

“Sementara ini untuk kunjungan wisatawan. Memang masih sepi sejak pandemi Covid-19. Bahkan sempat ditutup,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved