Berita Kalsel

Rehabilitasi DAS di Kalsel Sudah Mencapai 30 Ribu Hektare Lebih, Plt Kadishut Ungkap Hal Ini

Plt. Kadishut Kalsel, Hj. Fathimatuzzahra mengatakan lebih dari 30 ribu hektare sudah direhabilitasi. 4.000 hektare sudah masuk penilaian.

Penulis: Milna Sari | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Plt Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -Plt. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hj. Fathimatuzzahra, menjelaskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ditetapkan sebanyak 48 perusahaan dengan jumlah izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) sebanyak 84 unit dengan luas + 60.000 hektare (Ha).

Dikatakannya, dari luas tersebut yang sudah dilaksanakan kewajiban rehabilitasi mencapai 50% - 60%.

"Lebih dari 30 ribu hektare sudah direhabilitasi. Yang sudah dinilai dan dikembalikan kepada pemangku (pemerintah) 4 ribu hektare. Lahan yang dikembalikan ini hanya untuk rehabilitasi lahan yang dinilai dan dinyatakan berhasil," ujar Fathimatuzzahra

Lebih diakuinya, mengapa baru 4.000 hektare yang masuk penilaian, karena pelaksanaan rehabilitas DAS oleh IPPKH baru gencar dilaksanakan sejak Tahun 2017 pada saat Hanif Faisol Nurofiq sebagai Kepala Dinas Kehutanan dengan beberapa pengetatan perizinan.

Baca juga: Gelar Budaya Dayak Maanyan dan Dayak Deah

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Soal Cuaca Esktrem di 30 Wilayah Indonesia Sabtu 19 Maret 2022

"Yang belum bisa dilakukan penilaian saat ini karena ada yang baru melakukan penanaman (P0) serta tahap pemeliharaan (P1) dan (P2). Sebagian besar IPPKH bukan tidak melaksanakan namun masih dalam proses penyelesaian, karena kegiatan Rehabilitasi DAS oleh IPPKH atau pemegang izin persetujuan penggunaan kawasan hutan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan pendanaan dan jangka waktu pelaksanaan," ujarnya.

Ia memastikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat serius terkait pelaksanaan Rehabilitasi DAS oleh IPPKH. Rehabilitasi DAS oleh IPPKH merupakan salah satu komponen yang cukup besar dalam mendukung kesuksesan Program Rovolusi Hijau Gubernur Kalimantan Selatan yang bertujuan untuk perbaikan lingkungan melalui gerakan penanaman secara masif dengan moto “Menanam Untuk Anak Cucu Kita”.

Tindakan nyata dilapangan terkait peran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan adalah dengan menunjuk petugas yang bertanggung jawa melakukan pendampingan terhadap Rehabilitasi DAS, kemudian progres hasil dilapangan selalu dilaporkan kepada Kementerian LHK sebagai instansi yang berwenang untuk menetapkan sanksi terhadap kelalaian pelaksanaan "Rehabilitasi DAS oleh IPPKH sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup NOMOR P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai," tutupnya. (Banjarmasinpost /Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved