Ekonomi dan Bisnis

HET Minyak Goreng Dicabut, Begini Respon Pedagang di Pasar Keraton Rantau 

HET minyak goreng yang sudah dihapus pemerintah, justru disambut baik para pedagang di Pasar Keraton, Rantau, Kabupaten Tapin

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost
Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser bersama Sekda Tapin, H. Masyraniansyah dan Dandim 1010 Tapin, Letkol INF Andi Sinrang saat memantau stok dan harga minyak goreng di Pasar Keraton, Rantau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yang sudah dihapus pemerintah, justru disambut baik para pedagang di Pasar Keraton, Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis, (18/03/2022).


Pantauan Banjarmasinpost.co.id di Pasar Keraton, Rantau, para pedagang mengakui justru senang dan siap mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah tersebut.


Seorang Pedagang, Noorhayu saat ditemui mengatakan bahwa dengan adanya pencabutan HET minyak goreng, justru memudahkan distributor minyak goreng ke pasar-pasar tradisional.


"Kita sudah mendengar informasi tersebut, dan kita sambut baik. Harga kembali ke 18.000 hingga 20.000 per liter, dan sejauh ini aman-aman saja," jelasnya.

Baca juga: Belum Tahu Harga Minyak Goreng Terbaru, Pedagang di Marabahan Batola Jual Harga Lama

Baca juga: Gendeng Perumda, Dinas Koperasi UKM Perindag Tabalong Siapkan Penjualan Minyak Goreng Curah


Ia mengakui bahwa semenjak subsidi diberlakukan, pihaknya kesulitan untuk mencari minyak goreng bahkan stok pun terbatas.

Noorhayu mengatakan bahkan pernah beberapa kali mendatangi gudang distributornya. 


"Bahkan stok di distributor juga sempat mengalami kekosongan," jelasnya.


Ia mengatakan pengecekan di distributor, dilakukannnya ke gudang yang ada di Barabai dan Banjarmasin dan memang stoknya kosong.


"Untuk saat ini, stok minyak goreng memang ada, tapi tidak terlalu banyak. Karena harga het dicabut, ia pun akan menjual sesuai ketentuan yang ada," lanjutnya.


Ia mengakui terkait permasalah minyak goreng ini, pihaknya mengatakan terus mengikuti perkembangan.


"Kita update terus informasinya. Sehingga ada penyesuaian dengan ketetapan pemerintah baik itu pusat maupun daerah," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved