Berita Banjarmasin

Langkah Kontra Radikalisasi, BNPT Luncurkan Warung NKRI di Kalimantan Selatan

Warung NKRI dibentuk BNPT di Banjarmasin, Kalsel, untuk membendung radikalisme dan terorisme. Kegiatannnya melibatkan tokoh adat, agama, pemuda.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Diskusi membahas Kontra Radikalisasi dikemas dalam Program Warung NKRI yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (22/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASINBadan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggencarkan pelaksanaan program-program kontra radikalisasi. 

Satu di antaranya melalui peluncuran Warung NKRI di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (22/3/2022).

Menjadi wadah diskusi kebangsaan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menghalau penyebaran paham radikal, peluncuran Warung NKRI di Banjarmasin dihadiri Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar. 

Warung NKRI perdana di Kalsel menghadirkan narasumber, Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, H Ahmad Khairuddin, dan tokoh agama Kalsel, Ustaz H Adam Noor Syarkawi. 

Dalam diskusi ini dibahas ciri-ciri paham radikal, yaitu intoleransi, semangat permusuhan, tidak setuju ideologi Pancasila, mengahalalkan seluruh cara untuk mewujudkan tujuan dan kadang menggunakan narasi agama.

Baca juga: Tokoh Adat dan Pemuka Agama di Kalsel Serentak Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Perangi Radikalisme 

Baca juga: Sejumlah Pemuda Terafiliasi Kelompok Terorisme Ditangkap di Kalsel, Begini Pesan Kepala BNPT 

Dari pembahasan para narasumber juga diketahui, ada lebih dari 2 ribu warga Indonesia yang berangkat ke negara konflik di kawasan Timur Tengah yang diduga telah dirasuki paham radikal dan terorisme. 

Dari jumlah itu, lebih dari 200 di antaranya dikonfirmasi meninggal, ratusan ditahan di kamp dan lainnya khususnya perempuan dan anak-anak yang turut diajak berada di kamp pengungsian. 

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel, Aliansyah Mahadi, mengatakan, komunikasi antar pihak terkait dan elemen-elemen masyarakat harus terus terjalin untuk bersama memerangi radikalisme. 

Adanya beberapa warga Kalsel yang telah diamankan aparat penegak hukum karena berafiliasi dengan jaringan terorisme, disampaikannya, menjadi contoh kurangnya kewaspadaan. 

Dua warga Kalsel yang belum lama ini diamankan Densus 88 Anti Teror, lanjutnya, merupakan anak muda.

Baca juga: Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel ke Kabupaten Tanbu, Akan Bikin Kampung Restorative Justice

Baca juga: Sehari Ribuan Pengendara di Banjarmasin Terekam Lakukan Pelanggaran, E-TLE Rekam Mobil Plat Merah

Ketua FKPT Kalsel yang akrab disapa Didit ini, menilai, generasi muda memang rentan dan banyak menjadi sasaran para penyebar paham radikal dan terorisme. 

"Karena, melalui media sosial sekarang ini. Kita sevagai orangtua harus lebih memperhatikan anak-anak kita. Kalau di kamar pegang hp, membuka komputer, harus lebih diperhatikan," kata Didit. 

"Yang kemarin diamankan itu,  sudah lama dipantau oleh Densus," lanjutnya. 

Tak cuma sekali, Warung NKRI kata dia akan dilaksanakan secara rutin berkala melibatkan berbagai elemen, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan kelompok lainnya sebagai upaya memerangi narasi-narasi radikal.

( Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved